Tampilkan postingan dengan label Orang Tua. Tampilkan semua postingan
Buku Adalah Penyeimbang Kecerdasan Otak Anak di Era Merebaknya Teknologi Media Massa
0
Tampilan atau tayangan media massa dapat mempengaruhi pikiran-pikiran anak-anak kita. Bisa kita lihat dari acara pertelevisian saat ini. Acara-acara yang disuguhkan kebanyakan adalah acara-acara yang tidak bermakna, tidak mendidik, dan serba mengada-ada.
Pihak penyelenggara acara televisi pada saat ini hanya peduli terhadap rating kepopularitas mereka saja. Mereka hanya ingin mendongkrak rating acara-acara mereka agar terus naik keatas, dan bukannya memikirkan nasib anak-anak bangsa kedepannya.
Sadar atau tidak, acara-acara yang ditayangkan televisi saat ini sudah tidak berbobot dan tidak sesuai dengan tujuan utama, yaitu bertujuan menjadi Media Pembelajaran. Dengan demikian, tidak sedikit televisi di rumah-rumah sudah jarang dinyalakan, karena dirasa sudah tidak bermanfaat sama sekali.
Demikian dengan isi aplikasi gadget anak-anak kita. Ada BBM, Line, Twitter, Facebook, Smule, dan lain-lain yang membuat seorang anak harus rela dan senang menyita waktu mereka dengan bermain aplikasi-aplikasi tersebut daripada harus belajar.
Sebagai orang tua yang baik, harusnya mampu memberikan penjelasan dan arahan pada anak-anak, bahwa media televisi dan internet adalah benda-benda yg bergerak terlalu cepat. Perpindahan adegan dan peristiwa-peristiwa lain di dalamnya bergerak terlalu cepat, inilah yang membuat anak harus berpikir cepat sedangkan tubuh mereka tidak bergerak atau diam karena menonton tv dan gadet secara statis.
Dimasa depan, anak-anak seperti ini akan menjadi malas bekerja. Mereka malas bergerak karena matanya mengalami pergerakan-pergerakan yang cepat. Dan otaknya mengira bahwa sesuatu dapat diraih dengan cepat atau instant. Inilah bahaya utamanya!
Lalu, apa yang dapat menjadi penyeimbang?
BUKU.
Ya! Dengan buku anak-anak akan belajar menatap lebih lama. Otak bekerja, mata bergerak, tangan bergerak, dan mulut bergerak, bahan telinga juga ikut aktif. Seluruh indera yang aktif inilah yang menjadi penyeimbang.
Dahulu, para Ulama besar merupakan kolektor-kolektor buku yang terbaik. Tak jarang waktu dulu, banyak dari istri-istri para ulama cemburu bukan karena suami mereka memiliki istri simpanan, melainkan kepada buku-buku yang suami mereka miliki. Bagi banyak ulama jaman dulu, buku adalah objek yang lebih menarik dan menyenangkan bagi suami-suami pada masa lampau.
------
Dengan apa yang telah saya sampaikan diatas, akan saya simpulkan bahwa manfaat buku di era teknologi media massa, seperti: televisi, internet, dan gadget sangatlah berpengaruh besar untuk kehidupan pada masa depan anak-anak kita. Hidupkan kebiasaan membaca buku dan mengkaji ilmu melalui buku. Supaya anak-anak kita juga ikut berpartisipasi dan dapat menyeimbangkan antara melihat televisi/internet dengan membaca buku-buku yang mereka miliki.
Buku adalah jendela dunia, gudang ilmu, dan sumber ilmu pengetahuan.
*Buku disini bukan berwujud E-book, melainkan buku dengan perwujudan kertas!
Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat!
Jika ada kesalahan penulisan atau penyampaian saya mohon maaf.
Sekian. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Pihak penyelenggara acara televisi pada saat ini hanya peduli terhadap rating kepopularitas mereka saja. Mereka hanya ingin mendongkrak rating acara-acara mereka agar terus naik keatas, dan bukannya memikirkan nasib anak-anak bangsa kedepannya.
Sadar atau tidak, acara-acara yang ditayangkan televisi saat ini sudah tidak berbobot dan tidak sesuai dengan tujuan utama, yaitu bertujuan menjadi Media Pembelajaran. Dengan demikian, tidak sedikit televisi di rumah-rumah sudah jarang dinyalakan, karena dirasa sudah tidak bermanfaat sama sekali.
Demikian dengan isi aplikasi gadget anak-anak kita. Ada BBM, Line, Twitter, Facebook, Smule, dan lain-lain yang membuat seorang anak harus rela dan senang menyita waktu mereka dengan bermain aplikasi-aplikasi tersebut daripada harus belajar.
Sebagai orang tua yang baik, harusnya mampu memberikan penjelasan dan arahan pada anak-anak, bahwa media televisi dan internet adalah benda-benda yg bergerak terlalu cepat. Perpindahan adegan dan peristiwa-peristiwa lain di dalamnya bergerak terlalu cepat, inilah yang membuat anak harus berpikir cepat sedangkan tubuh mereka tidak bergerak atau diam karena menonton tv dan gadet secara statis.
Dimasa depan, anak-anak seperti ini akan menjadi malas bekerja. Mereka malas bergerak karena matanya mengalami pergerakan-pergerakan yang cepat. Dan otaknya mengira bahwa sesuatu dapat diraih dengan cepat atau instant. Inilah bahaya utamanya!
Lalu, apa yang dapat menjadi penyeimbang?
BUKU.
Ya! Dengan buku anak-anak akan belajar menatap lebih lama. Otak bekerja, mata bergerak, tangan bergerak, dan mulut bergerak, bahan telinga juga ikut aktif. Seluruh indera yang aktif inilah yang menjadi penyeimbang.
Dahulu, para Ulama besar merupakan kolektor-kolektor buku yang terbaik. Tak jarang waktu dulu, banyak dari istri-istri para ulama cemburu bukan karena suami mereka memiliki istri simpanan, melainkan kepada buku-buku yang suami mereka miliki. Bagi banyak ulama jaman dulu, buku adalah objek yang lebih menarik dan menyenangkan bagi suami-suami pada masa lampau.
------
Dengan apa yang telah saya sampaikan diatas, akan saya simpulkan bahwa manfaat buku di era teknologi media massa, seperti: televisi, internet, dan gadget sangatlah berpengaruh besar untuk kehidupan pada masa depan anak-anak kita. Hidupkan kebiasaan membaca buku dan mengkaji ilmu melalui buku. Supaya anak-anak kita juga ikut berpartisipasi dan dapat menyeimbangkan antara melihat televisi/internet dengan membaca buku-buku yang mereka miliki.
Buku adalah jendela dunia, gudang ilmu, dan sumber ilmu pengetahuan.
*Buku disini bukan berwujud E-book, melainkan buku dengan perwujudan kertas!
Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat!
Jika ada kesalahan penulisan atau penyampaian saya mohon maaf.
Sekian. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
By : Ciel
Video Klip Musik ini Salah Satu Contoh Perusak Moral Kehidupan Anak-Anak
0
Barusan saya lihat beranda facebook dan menemukan sebuah video yang membuat saya garuk-garuk kepala dan ketawa kecil. Durasi videonya sekitar 5 menitan.
Video ini diunggah oleh salah satu teman atau kenalan di akun facebook pribadi saya.
Judul lagunya adalah Tembang Tresno, yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya Lagu Cinta. Ciptaan oleh Arya Satria. Sedangkan penyanyinya masih bocah, namanya Ariel Mahesa.
Sedikit curhat.
Kalau anda lihat komentar-komentar netizen yang berkomentar pada video yang diupload tersebut, banyak yang menyatakan tidak setuju dengan peran anak kecil sebagai penyanyi dan model di lagu tersebut, sedangkan sisanya adalah komentar bercanda.
Saya tidak tahu niat si pembuat video dan cover lagu ini. Karena yang saya tau lagu aslinya, video klipnya dan yang menyanyikannya bukan anak kecil, melainkan orang tua.
Saya pribadi juga turut prihatin dengan kejadian ini, sungguh tak pantas dan mulai menyalahi kodrat. Mungkin ini tanda-tanda kiamat?
Saya sempat berpikir sejenak, kok orang tua dari kedua anak itu nggak marah? Apa karena uang dan popularitas semata? Ckckck picik-picik. Apa mereka tidak merasa kasihan terhadap keberlangsungan kehidupan anak-anak mereka selanjutnya dimasa yang akan datang? Entahlah.
Yang penasaran seperti apa video klipnya, silakan menuju link https://www.facebook.com/100008336444494/videos/vb.100008336444494/1708529002768298/?type=2&theater atau https://www.facebook.com/100008336444494/videos/1708529002768298/ kalau belum dihapus sama pengunggahnya.
Atau tonton videonya di bawah ini yang sudah saya bagikan di youtube, antisipasi kalau videonya di hapus oleh pengunggahnya.
------
Sekian dari saya, semoga informasi yang sedikit ini dapat merubah gaya main anda dalam hal pembuatan video klip. Anak kecil jangan buat mainan, apalagi cewek. Lol.
Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Video ini diunggah oleh salah satu teman atau kenalan di akun facebook pribadi saya.
Judul lagunya adalah Tembang Tresno, yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya Lagu Cinta. Ciptaan oleh Arya Satria. Sedangkan penyanyinya masih bocah, namanya Ariel Mahesa.
Sedikit curhat.
Jaman kecil saya dulu sekitar 90 an, nonton video klip sebuah lagu pasti sesuai versinya. Anak kecil yang nyanyi, video klip dan tema lagunya juga sesuai dengan anak kecil. Lagu remaja, yang menyanyikan juga orang remaja. Nggak seperti yang satu ini. Parah!
Kalau anda lihat komentar-komentar netizen yang berkomentar pada video yang diupload tersebut, banyak yang menyatakan tidak setuju dengan peran anak kecil sebagai penyanyi dan model di lagu tersebut, sedangkan sisanya adalah komentar bercanda.
Saya tidak tahu niat si pembuat video dan cover lagu ini. Karena yang saya tau lagu aslinya, video klipnya dan yang menyanyikannya bukan anak kecil, melainkan orang tua.
Saya pribadi juga turut prihatin dengan kejadian ini, sungguh tak pantas dan mulai menyalahi kodrat. Mungkin ini tanda-tanda kiamat?
Saya sempat berpikir sejenak, kok orang tua dari kedua anak itu nggak marah? Apa karena uang dan popularitas semata? Ckckck picik-picik. Apa mereka tidak merasa kasihan terhadap keberlangsungan kehidupan anak-anak mereka selanjutnya dimasa yang akan datang? Entahlah.
Yang penasaran seperti apa video klipnya, silakan menuju link https://www.facebook.com/100008336444494/videos/vb.100008336444494/1708529002768298/?type=2&theater atau https://www.facebook.com/100008336444494/videos/1708529002768298/ kalau belum dihapus sama pengunggahnya.
Atau tonton videonya di bawah ini yang sudah saya bagikan di youtube, antisipasi kalau videonya di hapus oleh pengunggahnya.
------
Sekian dari saya, semoga informasi yang sedikit ini dapat merubah gaya main anda dalam hal pembuatan video klip. Anak kecil jangan buat mainan, apalagi cewek. Lol.
Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
By : Ciel
Masalah dan Solusi Ketika Merasa Tidak Bahagia
0
Anda Tidak Bahagia ? Ini dia Solusinya versi Ngeblogasyikk - Pada kenyataannya, hidup tidak selamanya bahagia. Ya. Bagaimanapun, tidak banyak dari mereka tahu bagaimana cara mencari solusi atau jalan keluar dari permasalahan supaya hidupnya lebih berwarna.
Puas saja belum cukup, apalagi berbangga diri. Hal yang paling sering orang lakukan ketika merasa frustasi adalah Bunuh Diri. Dan nasehat saya, itu bukanlah jalan terakhir dalam menyelesaikan masalah-masalah yang anda miliki. Karena pada dasarnya, TUHAN tidak pernah menyia-nyiakan makhluk yang DIA ciptakan di dunia ini. Hanya saja, manusia kalahlah yang tidak berani berubah hanya karena merasa Gengsi, Malu, dan Takut. Sedangkan orang berhasil, adalah ,mereka yang mau berubah dan mengesampingkan rasa egois, gengsi, malu, dan takut dalam dirinya.
Lalu, bagaimana cara kita bahagia?
Berikut ini adalah beberapa permasalahan dan solusi yang saya dapat dari apa yang saya rasakan, lihat, baca, dan dengar. Silakan anda baca, pahami, dan renungkan.
Keterangan:
M = Masalah
S = Solusi
M : Hartamu banyak, tapi merasa tidak bahagia?
S : Berarti cara anda mendapatkannya menggunakan cara kotor atau jalan yang haram. Atau bisa jadi, anda kurang sedekahnya.
M : Banyak teman, juga nggak bahagia?
S : Berarti kamu punya banyak masalah dan selalu disimpan sendiri. Makanya, cerita.
M : Keluarga kaya raya, segala kebutuhan dan keinginan terpenuhi tapi masih belum juga bahagia?
S : Mungkin rasa sosial dan solidaritas dengan tetangga perlu dikembangkan. Atau anda perlu jujur kepada keluarga bahwa anda perlu mengajak mereka makan malam bersama atau berwisata. Supaya suasana keluarga anda tidak sunyi dan selalu ada wujud nyata kebahagiaan didalamnya.
M : Pintar, juara kelas, dan selalu menang olimpiade, belum bisa merasakan kebahagiaan?
S : Oh, kemungkinan memang anda yang terlalu fokus dengan dunia belajar karena takut apabila nantinya mengalami kegagalan dalam meraih pretasi atau menjadi seorang juara, sehingga anda lupa untuk bersosialisasi. Mulailah saling berbagi dan bercanda dengan teman-teman anda, supaya ketegangan dalam otak anda menjadi rileks.
M : Jago berkelahi, juga tidak bahagia?
S : Berarti niat anda salah. Jangan sok kuat, sok jago beladiri, atau sok anti banting. Jago Beladiri itu bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk membela diri ketika kita tau bahwa nyawa orang lain atau kita sedang terancam. Jadi, perbaiki niat anda disaat memiliki kemampuan berantem.
M : Hidup miskin, dan nggak bahagia?
S : Berarti anda itu tidak pernah bersyukur. Selalu merasa kurang, padahal kenyataannya kondisi kehidupan anda memang kekurangan. Nggak perlu gengsi. Kuncinya adalah selalu bersyukur.
M : Punya pasangan, tidak bahagia?
S : Percayalah pada pasangan anda, hindari isu-isu negatif, dan tunjukkan bahwa anda bahagia hidup bersamanya.
M : Memiliki anak, belum dapat bahagia?
S : Ikutlah bermain dengan mereka. Dengarkan keluh kesah mereka. Jangan sampai anak anda menjadi durhaka dan tidak bisa dikontrol.
Setelah saya beri solusinya, bisakah mulai sekarang anda berubah? Agar kedepannya anda merasa bahagia dan masa hidup anda nggak ada yang sia-sia.
Masih bingung? Atau takut? Gengsi? Merasa serba salah?
Itu bukti bahwa anda memang tidak ingin merasakan KEBAHAGIAAN!
Kunci bahagia ada 4 :
------
Sekian dari saya. Semoga yang sedikit ini bermanfaat! Amin.
Jika suka, jangan lupa anda Share kepada keluarga, pasangan, teman, sahabat, atau kenalan anda.
Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Puas saja belum cukup, apalagi berbangga diri. Hal yang paling sering orang lakukan ketika merasa frustasi adalah Bunuh Diri. Dan nasehat saya, itu bukanlah jalan terakhir dalam menyelesaikan masalah-masalah yang anda miliki. Karena pada dasarnya, TUHAN tidak pernah menyia-nyiakan makhluk yang DIA ciptakan di dunia ini. Hanya saja, manusia kalahlah yang tidak berani berubah hanya karena merasa Gengsi, Malu, dan Takut. Sedangkan orang berhasil, adalah ,mereka yang mau berubah dan mengesampingkan rasa egois, gengsi, malu, dan takut dalam dirinya.
Lalu, bagaimana cara kita bahagia?
Berikut ini adalah beberapa permasalahan dan solusi yang saya dapat dari apa yang saya rasakan, lihat, baca, dan dengar. Silakan anda baca, pahami, dan renungkan.
MASALAH dan SOLUSI
Keterangan:
M = Masalah
S = Solusi
M : Hartamu banyak, tapi merasa tidak bahagia?
S : Berarti cara anda mendapatkannya menggunakan cara kotor atau jalan yang haram. Atau bisa jadi, anda kurang sedekahnya.
M : Banyak teman, juga nggak bahagia?
S : Berarti kamu punya banyak masalah dan selalu disimpan sendiri. Makanya, cerita.
M : Keluarga kaya raya, segala kebutuhan dan keinginan terpenuhi tapi masih belum juga bahagia?
S : Mungkin rasa sosial dan solidaritas dengan tetangga perlu dikembangkan. Atau anda perlu jujur kepada keluarga bahwa anda perlu mengajak mereka makan malam bersama atau berwisata. Supaya suasana keluarga anda tidak sunyi dan selalu ada wujud nyata kebahagiaan didalamnya.
M : Pintar, juara kelas, dan selalu menang olimpiade, belum bisa merasakan kebahagiaan?
S : Oh, kemungkinan memang anda yang terlalu fokus dengan dunia belajar karena takut apabila nantinya mengalami kegagalan dalam meraih pretasi atau menjadi seorang juara, sehingga anda lupa untuk bersosialisasi. Mulailah saling berbagi dan bercanda dengan teman-teman anda, supaya ketegangan dalam otak anda menjadi rileks.
M : Jago berkelahi, juga tidak bahagia?
S : Berarti niat anda salah. Jangan sok kuat, sok jago beladiri, atau sok anti banting. Jago Beladiri itu bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk membela diri ketika kita tau bahwa nyawa orang lain atau kita sedang terancam. Jadi, perbaiki niat anda disaat memiliki kemampuan berantem.
M : Hidup miskin, dan nggak bahagia?
S : Berarti anda itu tidak pernah bersyukur. Selalu merasa kurang, padahal kenyataannya kondisi kehidupan anda memang kekurangan. Nggak perlu gengsi. Kuncinya adalah selalu bersyukur.
M : Punya pasangan, tidak bahagia?
S : Percayalah pada pasangan anda, hindari isu-isu negatif, dan tunjukkan bahwa anda bahagia hidup bersamanya.
M : Memiliki anak, belum dapat bahagia?
S : Ikutlah bermain dengan mereka. Dengarkan keluh kesah mereka. Jangan sampai anak anda menjadi durhaka dan tidak bisa dikontrol.
Setelah saya beri solusinya, bisakah mulai sekarang anda berubah? Agar kedepannya anda merasa bahagia dan masa hidup anda nggak ada yang sia-sia.
Masih bingung? Atau takut? Gengsi? Merasa serba salah?
Itu bukti bahwa anda memang tidak ingin merasakan KEBAHAGIAAN!
Kunci bahagia ada 4 :
- Mau berusaha,
- Berbagi,
- Merasa cukup, dan
- Selalu Bersyukur kepada TUHAN Yang Maha Esa.
------
Sekian dari saya. Semoga yang sedikit ini bermanfaat! Amin.
Jika suka, jangan lupa anda Share kepada keluarga, pasangan, teman, sahabat, atau kenalan anda.
Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
By : Ciel
13 Alasan Seorang Anak Melawan Orang Tua
0
Alasan Seorang Anak Melawan Orang Tua - Mungkin kebanyakan Ayah atau Ibu memiliki pemikiran negatif mengenai buah hatinya yang selalu membantah pesan-pesannya. Namun pada kenyataannya, tidak semua kesalahan berada pada buah hatinya. Bahkan, sebenarnya sebagian dari anak mempunyai pemikiran dewasa dalam menjalani sebuah kehidupan.
Nasehat dari orang tua memang baik pada dasarnya, akan tetapi kemungkinan cara penyampaiannya saja yang salah dan bisa dibilang over protective, sehingga sang anak merasa dirinya disudutkan. Atau disebabkan karena olah pemikiran anaknya saja yang sempit.
Kata melawan yang saya maksud bukan hanya berupa ucapan kasar atau membentak. Tapi melawan secara pikiran, perasaan, dan sikap. Nah, sesuai dengan judul artikel ini saya akan membahas mengenai beberapa alasan seorang anak melawan orang tuanya. Baca dan renungkan baik-baik. Artikel ini untuk 'kita' {saya, kalian (anak), dan para orang tua}.
1. Ingin Mandiri
Ketika anak merasa hidupnya terbebani di dalam sebuah rumah, bukan karena perkataan orang tua melainkan dari sudut pandang atau umur seorang anak, mereka ingin sekali hidup dalam kemandirian. Mereka berpikir untuk mencari jalan mencapai kesuksesan tanpa adanya campur tangan orang tua, walau terkadang nasehat baik orang tua juga harus ditolak, dilanggar, dan dilawan demi meraih mimpinya.
2. Pemikiran Sempit
Anak yang tidak memiliki kecerdasan berpikir merasa semua perkataan orang tua yang tidak mengenakkan baginya sama saja dengan bentuk pengekangan. Ingat, pada dasarnya kemarahan orang tua bukan berdasarkan kebencian, melainkan kasih sayang dan kepedulian terhadap kesehatan, masa depan, dan kebaikan sang anak.
3. Rasa Sosial yang Tinggi
Ketika anak mulai bergaul dengan temannya maka rasa sosial itu akan muncul dan erat. Begitu juga orang tua terhadap tetangganya. Jalan pikiran anak dan orang tua memang berbeda dan itulah salah satu alasan mengapa terkadang anak melawan orang tuanya, itu semua karena didasari adanya rasa solidaritas yang tinggi terhadap sahabat atau teman mereka.
4. Setia Pada Pacar
Kesetian adalah bentuk sebuah rasa kepedulian, sayang, dan cinta. Terkadang sebuah logika membuat otak anak akan berpikiran berbeda dengan jalan pikiran orang tua. Dimana nasehat baik orang tua akan terdengar percuma bagi mereka, dan dengan alih-alih setia sang anak rela melawan orang tua demi hubungan baik terhadap kekasihnya.
5. Orang Tua Terlalu Mengekang
Layaknya berada di dalam penjara, mau apa-apa susah, tidak bebas, dan termarjinalkan. Begitu juga dengan bentuk kasih sayang orang tua yang terlalu over. Begini salah, begitu salah, bahkan diam juga salah. Sehingga ruang pikiran anak menjadi sempit, sampai akhirnya merasa tidak kuat atau muak dengan kekangan orang tua. Akhirnya sang anak akan susah mengontrol emosinya dan menjadi mudah marah, mudah tersinggung, serta melakukan kekerasan fisik terhadap siapa saja.
6. Bisikan Teman atau Pacar
Ketika seorang anak sudah merasa solid dengan teman atau pacarnya, maka apa yang dikatakan teman atau pacarnya akan mereka ikuti. Mau buruk atau baik selalu saja menuruti, sampai-sampai bila disuruh keras kepada orang tuanya mereka juga akan melakukannya walau dengan rasa berat hati.
7. Ingin Bebas
Ingin bebas bukan berarti sama dengan nomor satu (mandiri). Bebas disini adalah keluar dari kekangan dan aturan orang tua. Bebas bermain, berekspresi, dan kebebasan lainnya.
8. Merasa Benar
Semua orang memiliki sikap mau menang sendiri. Merasa apa yang dilakukan, diucapkan, dan dipikirkan adalah benar tanpa melihat situasi dan kondisi di sekelilingnya. Begitu juga dengan perasaan dan pikiran seorang anak.
9. Sebuah Rahasia
Setiap orang memiliki sebuah rahasia. Rahasia itu bisa berupa hal yang baik dan juga hal buruk. Ketika ada anak ditanya orang tua dan mereka tidak menjawab atau diam, kemungkinan ada hal yang mereka rahasiakan. Hal apa yang mereka rahasiakan? Kita juga tidak tau.
10. Kurang PD (Percaya Diri)
Banyak hal yang membuat seseorang kurang percaya diri dengan apa yang ingin ia pikirkan, lakukan, dan ucapkan. Hal tersebut juga bisa terjadi kepada seorang anak. Ketika orang tua bertanya mengenai nilai raport, sang anak hanya diam bahkan balas membentak karena ternyata nilai rapornya jelek. Anak tidak berani mengungkapkannya secara terus terang karena takut dimarahi orang tuanya.
11. Buah Tidak Jatuh dari Pohonnya
Anak selalu meniru apa yang dilakukan orang terdekatnya, misal orang tua. Segala apa yang dilakukan dan ucapan yang baik atau buruk akan ditirukan. Jadi, jangan salahkan mereka apabila 'kita' (orang tua) sendiri mencontohkan sebuah keburukan di depan mereka.
12. Rasa Bersalah
Anak yang baik selalu mengakui kesalahan apa yang telah mereka buat. Namun adakalanya rasa bersalah itu menjadi bentuk kebohongan apabila mereka tau jika nantinya orang tuanya akan memarahi kesalahannya.
13. Kurang Kasih Sayang
Pernah suatu ketika saya bertanya kepada salah satu teman saya karena Ia selalu marah setiap ditelpon orang tuanya dan jarang pulang ke rumah. Disisi lain, keluarganya sangat berada dan memiliki kekayaan harta yang melimpah. Kemudian Ia menjawab bahwasanya orang tuanya jarang pulang ke rumah karena pekerjaan atau kesibukan mereka di luar kota. Ia merasa kurang diperhatikan dan disayang secara nyata walaupun uang saku dan biaya kehidupan tercukupi.
-----
Itulah mengenai 12 Alasan Anak Melawan Orang Tua. Ada beberapa pelajaran yang bisa saya tulis disini, yaitu:
1. Kemarahan menimbulkan banyak hal yang bersifat negatif.
2. Pada dasarnya anak suka dengan orang tua yang lemah lembut membimbing mereka. Namun anak yang baik adalah mereka yang mau mengikuti segala perintah orang tuanya.
3. Orang tua harus mencontohkan hal yang baik kepada anaknya.
4. Jangan dengarkan dan percayai hal buruk dari orang lain tanpa mempertimbangkan dari segala aspek. Bila tau itu buruk, JAUHI SEGERA! Jangan sampai menyesal dikemudian hari.
5. Maafkan segala kesalahan orang tua dan anak, karena pada dasarnya setiap orang pernah melakukan kesalahan. Namun, orang yang cerdas tidak akan melakukan kesalahan yang SAMA.
BERPIKIRLAH CERDAS!
-----
Jika suka dengan artikel ini, silakan SHARE! Terimakasih telah berkunjung, akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Nasehat dari orang tua memang baik pada dasarnya, akan tetapi kemungkinan cara penyampaiannya saja yang salah dan bisa dibilang over protective, sehingga sang anak merasa dirinya disudutkan. Atau disebabkan karena olah pemikiran anaknya saja yang sempit.
Kata melawan yang saya maksud bukan hanya berupa ucapan kasar atau membentak. Tapi melawan secara pikiran, perasaan, dan sikap. Nah, sesuai dengan judul artikel ini saya akan membahas mengenai beberapa alasan seorang anak melawan orang tuanya. Baca dan renungkan baik-baik. Artikel ini untuk 'kita' {saya, kalian (anak), dan para orang tua}.
1. Ingin Mandiri
Ketika anak merasa hidupnya terbebani di dalam sebuah rumah, bukan karena perkataan orang tua melainkan dari sudut pandang atau umur seorang anak, mereka ingin sekali hidup dalam kemandirian. Mereka berpikir untuk mencari jalan mencapai kesuksesan tanpa adanya campur tangan orang tua, walau terkadang nasehat baik orang tua juga harus ditolak, dilanggar, dan dilawan demi meraih mimpinya.
2. Pemikiran Sempit
Anak yang tidak memiliki kecerdasan berpikir merasa semua perkataan orang tua yang tidak mengenakkan baginya sama saja dengan bentuk pengekangan. Ingat, pada dasarnya kemarahan orang tua bukan berdasarkan kebencian, melainkan kasih sayang dan kepedulian terhadap kesehatan, masa depan, dan kebaikan sang anak.
3. Rasa Sosial yang Tinggi
Ketika anak mulai bergaul dengan temannya maka rasa sosial itu akan muncul dan erat. Begitu juga orang tua terhadap tetangganya. Jalan pikiran anak dan orang tua memang berbeda dan itulah salah satu alasan mengapa terkadang anak melawan orang tuanya, itu semua karena didasari adanya rasa solidaritas yang tinggi terhadap sahabat atau teman mereka.
4. Setia Pada Pacar
Kesetian adalah bentuk sebuah rasa kepedulian, sayang, dan cinta. Terkadang sebuah logika membuat otak anak akan berpikiran berbeda dengan jalan pikiran orang tua. Dimana nasehat baik orang tua akan terdengar percuma bagi mereka, dan dengan alih-alih setia sang anak rela melawan orang tua demi hubungan baik terhadap kekasihnya.
5. Orang Tua Terlalu Mengekang
Layaknya berada di dalam penjara, mau apa-apa susah, tidak bebas, dan termarjinalkan. Begitu juga dengan bentuk kasih sayang orang tua yang terlalu over. Begini salah, begitu salah, bahkan diam juga salah. Sehingga ruang pikiran anak menjadi sempit, sampai akhirnya merasa tidak kuat atau muak dengan kekangan orang tua. Akhirnya sang anak akan susah mengontrol emosinya dan menjadi mudah marah, mudah tersinggung, serta melakukan kekerasan fisik terhadap siapa saja.
6. Bisikan Teman atau Pacar
Ketika seorang anak sudah merasa solid dengan teman atau pacarnya, maka apa yang dikatakan teman atau pacarnya akan mereka ikuti. Mau buruk atau baik selalu saja menuruti, sampai-sampai bila disuruh keras kepada orang tuanya mereka juga akan melakukannya walau dengan rasa berat hati.
7. Ingin Bebas
Ingin bebas bukan berarti sama dengan nomor satu (mandiri). Bebas disini adalah keluar dari kekangan dan aturan orang tua. Bebas bermain, berekspresi, dan kebebasan lainnya.
8. Merasa Benar
Semua orang memiliki sikap mau menang sendiri. Merasa apa yang dilakukan, diucapkan, dan dipikirkan adalah benar tanpa melihat situasi dan kondisi di sekelilingnya. Begitu juga dengan perasaan dan pikiran seorang anak.
9. Sebuah Rahasia
Setiap orang memiliki sebuah rahasia. Rahasia itu bisa berupa hal yang baik dan juga hal buruk. Ketika ada anak ditanya orang tua dan mereka tidak menjawab atau diam, kemungkinan ada hal yang mereka rahasiakan. Hal apa yang mereka rahasiakan? Kita juga tidak tau.
10. Kurang PD (Percaya Diri)
Banyak hal yang membuat seseorang kurang percaya diri dengan apa yang ingin ia pikirkan, lakukan, dan ucapkan. Hal tersebut juga bisa terjadi kepada seorang anak. Ketika orang tua bertanya mengenai nilai raport, sang anak hanya diam bahkan balas membentak karena ternyata nilai rapornya jelek. Anak tidak berani mengungkapkannya secara terus terang karena takut dimarahi orang tuanya.
11. Buah Tidak Jatuh dari Pohonnya
Anak selalu meniru apa yang dilakukan orang terdekatnya, misal orang tua. Segala apa yang dilakukan dan ucapan yang baik atau buruk akan ditirukan. Jadi, jangan salahkan mereka apabila 'kita' (orang tua) sendiri mencontohkan sebuah keburukan di depan mereka.
12. Rasa Bersalah
Anak yang baik selalu mengakui kesalahan apa yang telah mereka buat. Namun adakalanya rasa bersalah itu menjadi bentuk kebohongan apabila mereka tau jika nantinya orang tuanya akan memarahi kesalahannya.
13. Kurang Kasih Sayang
Pernah suatu ketika saya bertanya kepada salah satu teman saya karena Ia selalu marah setiap ditelpon orang tuanya dan jarang pulang ke rumah. Disisi lain, keluarganya sangat berada dan memiliki kekayaan harta yang melimpah. Kemudian Ia menjawab bahwasanya orang tuanya jarang pulang ke rumah karena pekerjaan atau kesibukan mereka di luar kota. Ia merasa kurang diperhatikan dan disayang secara nyata walaupun uang saku dan biaya kehidupan tercukupi.
-----
Itulah mengenai 12 Alasan Anak Melawan Orang Tua. Ada beberapa pelajaran yang bisa saya tulis disini, yaitu:
1. Kemarahan menimbulkan banyak hal yang bersifat negatif.
2. Pada dasarnya anak suka dengan orang tua yang lemah lembut membimbing mereka. Namun anak yang baik adalah mereka yang mau mengikuti segala perintah orang tuanya.
3. Orang tua harus mencontohkan hal yang baik kepada anaknya.
4. Jangan dengarkan dan percayai hal buruk dari orang lain tanpa mempertimbangkan dari segala aspek. Bila tau itu buruk, JAUHI SEGERA! Jangan sampai menyesal dikemudian hari.
5. Maafkan segala kesalahan orang tua dan anak, karena pada dasarnya setiap orang pernah melakukan kesalahan. Namun, orang yang cerdas tidak akan melakukan kesalahan yang SAMA.
BERPIKIRLAH CERDAS!
-----
Jika suka dengan artikel ini, silakan SHARE! Terimakasih telah berkunjung, akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
By : Ciel
Jangan Abaikan Semua Pertanyaan Anak, Jika Tidak Ingin Menyesal Dikemudian Hari
0
Jangan Abaikan Pertanyaan Anak Pada Saat Ini Jika Tidak Ingin Menyesal Dikemudian Hari - Celoteh buah hati seolah tak mau berhenti. Ada saja pertanyaannya yang terkadang sama. Mulai dari yang dilihat, dirasa, atau yang mereka dengar. Terkadang memang pertanyaannya kita rasa lucu, unik, aneh, dan bahkan tidak bermutu. Akan tetapi orang tua harus bersyukur pada TUHAN bahwa dalam pikiran anak masih berkecamuk banyak pertanyaan. Ini menunjukkan bahwa pikiran mereka hidup dan selalu berkembang. Tentu saja kondisi ini juga menunjukkan ke arah pertumbuhan yang baik serta positif.
Pertanyaan buah hati memang sering muncul tak mengenal waktu. Terkadang pertanyaan-pertanyaan itu datang saat tubuh kita sedang merasa lelah sehabis pulang dari bekerja, saat kita sedang sibuk memasak di dapur, atau sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya.
Sebagai orang tua yang bijak, maka bersegeralah kita menjawab pertanyaan tersebut. Hentikan semua aktivitas kita, dan berikan perhatian khusus dan penuh akan pertanyaannya. Jawablah terus pertanyaan mereka sampai mereka terdiam dan pergi melakukan aktivitas kesenangannya.
Perlu kita ketahui bahwa pertanyaan anak merupakan rasa ingin tau mereka. Dan rasa ingin taunya ini bisa saja tidak datang untuk kedua kalinya. Jadi, jangan sia-siakan rasa ingin taunya itu dengan kita mengabaikannya. Karena jika pertanyaan anak terabaikan maka kelak anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang cuek, tidak peduli, bahkan cenderung kasar dengan lingkungannya. Dan jika itu terjadi saat anak kita berusia remaja atau dewasa, maka, jangan salahkan anak anda.
Ya seperti itulah kira-kira yang akan terjadi apabila kita terlalu acuh terhadap pertanyaan anak. Perlu anda ingat bahwa anda adalah orang pertama yang dapat membantu dan mengarahkan mereka ke jalan yang baik dan benar. Jika anda gagal menjadi orang tua, itu tanda bahwa anda lupa bersyukur dengan apa yang diberikan TUHAN kepada kita, yaitu seorang anak.
-----
Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat. Mohon maaf jika ada salah dalam penyampaian maupun penulisan.
Silakan berkomentar jika memerlukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam otak anda setelah membaca artikel ini lebih lanjut, dan SHARE agar teman-teman atau saudara anda tau bahwa penting sekali untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan anak mereka.
Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Pertanyaan buah hati memang sering muncul tak mengenal waktu. Terkadang pertanyaan-pertanyaan itu datang saat tubuh kita sedang merasa lelah sehabis pulang dari bekerja, saat kita sedang sibuk memasak di dapur, atau sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya.
Sebagai orang tua yang bijak, maka bersegeralah kita menjawab pertanyaan tersebut. Hentikan semua aktivitas kita, dan berikan perhatian khusus dan penuh akan pertanyaannya. Jawablah terus pertanyaan mereka sampai mereka terdiam dan pergi melakukan aktivitas kesenangannya.
Mengapa? Seberapa pentingkah pertanyaan anak harus dijawab?
Perlu kita ketahui bahwa pertanyaan anak merupakan rasa ingin tau mereka. Dan rasa ingin taunya ini bisa saja tidak datang untuk kedua kalinya. Jadi, jangan sia-siakan rasa ingin taunya itu dengan kita mengabaikannya. Karena jika pertanyaan anak terabaikan maka kelak anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang cuek, tidak peduli, bahkan cenderung kasar dengan lingkungannya. Dan jika itu terjadi saat anak kita berusia remaja atau dewasa, maka, jangan salahkan anak anda.
Ya seperti itulah kira-kira yang akan terjadi apabila kita terlalu acuh terhadap pertanyaan anak. Perlu anda ingat bahwa anda adalah orang pertama yang dapat membantu dan mengarahkan mereka ke jalan yang baik dan benar. Jika anda gagal menjadi orang tua, itu tanda bahwa anda lupa bersyukur dengan apa yang diberikan TUHAN kepada kita, yaitu seorang anak.
-----
Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat. Mohon maaf jika ada salah dalam penyampaian maupun penulisan.
Silakan berkomentar jika memerlukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam otak anda setelah membaca artikel ini lebih lanjut, dan SHARE agar teman-teman atau saudara anda tau bahwa penting sekali untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan anak mereka.
Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
By : Ciel
Logo Google Doodle Hari Ayah Nasional 12 November 2015
0
Lihat pada doodle di atas. Terlihat animasi berulang yang diawali dengan seekor pinguin yang mengerami telur anaknya, kemudian serigala yang mengajari anaknya melolong, dilanjutkan monyet (marmoset) yang menggendong ketiga anaknya, dan yang terakhir adalah sosok seorang ayah yang menggendong anaknya. Ketiga contoh hewan tersebut merupakan perlambang dari sosok ayah yang begitu sayang dengan keluarganya.
Bila membicarakan sosok seorang ayah pasti tidak akan ada habisnya. Ayah adalah manusia yang keras kepala namun dalam hatinya menyimpan banyak cinta kasih terhadap keluarga. Ketika melihat ayah marah kepada anaknya karena pulang malam, sebenarnya itu bukanlah sebuah kebencian, melainkan rasa cinta yang besar dalam menutupi ketakutan apabila anaknya mendapatkan musibah. Kemudian ketika anaknya pergi ke kamar karena kesal kena marah ayahnya, sang ayah akan terdiam sejenak dan mengucap syukur kepada Tuhan sembari menangis dalam hati karena anaknya pulang dalam keadaan sehat.
Ayah membanting tulang dari pagi sampai sore atau malam mencari rezeki demi membahagiakan anak istrinya. Walau sebenarnya merasa letih dalam bekerja, tapi seorang ayah yang baik akan selalu memberikan senyum terbaiknya kepada anak-anaknya, walau saat di kamar berdua dengan istrinya nantinya Ia akan mengatakan kejujuran dengan wajah yang lesu, tapi dengan sang anak, mereka harus rela selalu berbohong agar anaknya tidak ikut terbebani dengan keletihan Ia saat bekerja.
---------
Ayah, maafkanlah anakmu ini
Yang setiap hari selalu mengeluh
Mengeluh karena marahmu
Mengeluh karena egoku
Dan mengeluh karena gengsiku
Ayah, terimakasih atas marahmu
Karena marahmu masa depanku cerah
Karena marahmu hidupku lebih baik
Karena marahmu membuatku sadar
Sadar akan betapa sulitnya menjadi sosok seorang Ayah
Ayah, apabila dilain waktu kita bertemu kembali, bolehkah aku memelukmu?
Sekarang aku baru sadar, seharusnya dari awal aku menuruti segala nasehat dan ucapanmu
Ayah, di alam kita yang berbeda ini, aku selalu melukis sosok ayah, ibu, kakak, aku, dan adik
Aku merindukan kalian disini
Semoga kalian baik-baik saja disana
Logo google doodle di halaman utama pada hari Kamis tanggal 12 November 2015 merupakan sebuah simbol dalam memperingati Hari Ayah Nasional. Walau tidak sepopuler Mother's Day yang jatuh pada tanggal 22 Desember, hal ini tetap menjadi prioritas Google dalam menyikapi jasa-jasa seorang ayah.
Bila membicarakan sosok seorang ayah pasti tidak akan ada habisnya. Ayah adalah manusia yang keras kepala namun dalam hatinya menyimpan banyak cinta kasih terhadap keluarga. Ketika melihat ayah marah kepada anaknya karena pulang malam, sebenarnya itu bukanlah sebuah kebencian, melainkan rasa cinta yang besar dalam menutupi ketakutan apabila anaknya mendapatkan musibah. Kemudian ketika anaknya pergi ke kamar karena kesal kena marah ayahnya, sang ayah akan terdiam sejenak dan mengucap syukur kepada Tuhan sembari menangis dalam hati karena anaknya pulang dalam keadaan sehat.
Ayah membanting tulang dari pagi sampai sore atau malam mencari rezeki demi membahagiakan anak istrinya. Walau sebenarnya merasa letih dalam bekerja, tapi seorang ayah yang baik akan selalu memberikan senyum terbaiknya kepada anak-anaknya, walau saat di kamar berdua dengan istrinya nantinya Ia akan mengatakan kejujuran dengan wajah yang lesu, tapi dengan sang anak, mereka harus rela selalu berbohong agar anaknya tidak ikut terbebani dengan keletihan Ia saat bekerja.
---------
Ayah, maafkanlah anakmu ini
Yang setiap hari selalu mengeluh
Mengeluh karena marahmu
Mengeluh karena egoku
Dan mengeluh karena gengsiku
Ayah, terimakasih atas marahmu
Karena marahmu masa depanku cerah
Karena marahmu hidupku lebih baik
Karena marahmu membuatku sadar
Sadar akan betapa sulitnya menjadi sosok seorang Ayah
Ayah, apabila dilain waktu kita bertemu kembali, bolehkah aku memelukmu?
Sekarang aku baru sadar, seharusnya dari awal aku menuruti segala nasehat dan ucapanmu
Ayah, di alam kita yang berbeda ini, aku selalu melukis sosok ayah, ibu, kakak, aku, dan adik
Aku merindukan kalian disini
Semoga kalian baik-baik saja disana
Dari anakmu yang meninggal dua hari yang lalu karena kasus pemerkosaan dan pemerasan
By : Ciel





