Tampilkan postingan dengan label Media Sosial. Tampilkan semua postingan
Prihatin atau Peduli Itu Bukan Sekedar Memberi LIKE
0
Nggak terbuka gara-gara internet lambat atau irit pulsa ya? Lol.
Yang punya koneksi cepat malah gagal paham sama gambarnya? Ho..ho..
Jadi maksud gambar di atas adalah begini!
' Ada seorang pengemis lagi kebingungan gara-gara orang yang lewat lalu lalang di depannya bukannya prihatin terus memberi uang atau membantu memberikan solusi, yang ada malah memberikan emoticon 'Like via Facebook' yang banyak kepada pengemis tersebut. '
Sebenarnya kalau anda-anda suka berselancar di facebook pasti tau status seperti gambar di bawah ini:
Gambar di atas ini SALAH SATU CONTOH yang saya maksud, kenapa Prihatin Itu Bukan Sekedar Memberi ' LIKE '. Memang benar bahwa isi statusnya bagus, namun di postingannya juga disuruh Amin, entah ucapan atau tulisan di kolom komentar, dan BUKAN memberi LIKE! Otak anda masih bekerja, bukan? Bisa memahami sebuah instruksi, kan? Atau jangan-jangan anda sangat suka menyalahi aturan?
Mungkin beberapa dari anda belum banyak tau mengenai informasi yang satu ini.
Pada dasarnya semakin banyak like yang ada, semakin senang pemilik status tersebut. Pemilik status tersebut akan menjualnya kepada pebisnis-pebisnis yang membutuhkan like banyak dalam hal pemasaran via social media. Bukannya saya sok tau, tapi karena saya memang tau informasi dalam permainan mencari banyak LIKE tersebut dari salah seorang member yang koar-koar disalah satu grup blogger yang saya ikuti. Mau percaya atau tidak, itulah Bisnis. HA.. HA ..Ha
Disisi lain juga, hal tersebut juga menyebabkan Kontra. Alasannya karena, kenapa orang yang sedang mengalami masa kesulitan malah diSUKAi? Harusnya ditolong secara langsung, entah memberi bantuan berupa uang, atau tenaga bila anda seorang dokter kepada bayinya jika statusnya seperti gambar di atas. Anda dapat langsung tanya kepada pembuat status darimana ia dapat foto atau gambar tersebut. Jangan sampai ternyata pembuat status hanya asal download dan kemudian upload atas dasar mencari sebuah LIKE, yang kemudian hasil LIKE tersebut dijual kepada pebisnis. Makin konyol.
Mulai sekarang, Berpikirlah Cerdas!
Tambahan. Apabila ada orang yang memasang status tentang kesulitan lainnnya, dimohon jangan diberi LIKE. Karena entah anda sadar atau tidak bahwa anda telah menyatakan bahwa anda meng-Amini masa kesulitan mereka. Alangkah lebih baiknya jika anda memberikan komentar yang memotivasi atau berupa bantuan secara langsung kepadanya.
Mungkin beberapa anda ada yang memiliki pemikiran,
" Apakah saya menggunakan metode tersebut dalam mencari LIKE!? "
Saya jawab,
Tidak akan pernah! Karena pada dasarnya cara tersebut adalah kotor, dan menipu kepolosan hati seseorang bukan hobi saya.
Alur Penipu kan seperti ini:
Awalmya mencoba-coba menipu >> Berhasil dan Ketagihan >> Selamanya akan terus-menerus Menipu.
Sekian dari saya. Semoga artikel ini dapat membuka pemikiran anda dalam menentukan status mana yang patut diberi LIKE.
Jika anda merasa tidak sepakat dengan pendapat saya ini, SILAKAN anda beropini mengungkapkan rasa keberatan anda tersebut. Opini anda sangat saya butuhkan.
Terimakasih juga atas kunjungannya. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Entah kenapa, rasa-rasanya orang-orang zaman sekarang kebanyakan mulai pada aneh plus kolot ya? Kemungkinan pada sekolah hanya fokus pada mata pelajaran atau kuliah yang diajarkan, jadi rasa sosialnya hanya sekedar cari muka alias gaya-gayaan saja. Atau mungkin memang benar bahwa sekarang lagi fase dimana 'zaman edan' sedang mewabah, kalau nggak gila ya mati.
Namanya orang sedekah pasti nggak butuh bicara, kalau banyak bicara atau sekedar di batin saja sudah dianggap tidak ikhlas.
Tapi semakin ke sini kok rasa-rasanya makin aneh, Coba lihat gambar di bawah ini!
Nggak terbuka gara-gara internet lambat atau irit pulsa ya? Lol.
Yang punya koneksi cepat malah gagal paham sama gambarnya? Ho..ho..
Jadi maksud gambar di atas adalah begini!
' Ada seorang pengemis lagi kebingungan gara-gara orang yang lewat lalu lalang di depannya bukannya prihatin terus memberi uang atau membantu memberikan solusi, yang ada malah memberikan emoticon 'Like via Facebook' yang banyak kepada pengemis tersebut. '
Sebenarnya kalau anda-anda suka berselancar di facebook pasti tau status seperti gambar di bawah ini:
Gambar di atas ini SALAH SATU CONTOH yang saya maksud, kenapa Prihatin Itu Bukan Sekedar Memberi ' LIKE '. Memang benar bahwa isi statusnya bagus, namun di postingannya juga disuruh Amin, entah ucapan atau tulisan di kolom komentar, dan BUKAN memberi LIKE! Otak anda masih bekerja, bukan? Bisa memahami sebuah instruksi, kan? Atau jangan-jangan anda sangat suka menyalahi aturan?
Mungkin beberapa dari anda belum banyak tau mengenai informasi yang satu ini.
Pada dasarnya semakin banyak like yang ada, semakin senang pemilik status tersebut. Pemilik status tersebut akan menjualnya kepada pebisnis-pebisnis yang membutuhkan like banyak dalam hal pemasaran via social media. Bukannya saya sok tau, tapi karena saya memang tau informasi dalam permainan mencari banyak LIKE tersebut dari salah seorang member yang koar-koar disalah satu grup blogger yang saya ikuti. Mau percaya atau tidak, itulah Bisnis. HA.. HA ..Ha
Disisi lain juga, hal tersebut juga menyebabkan Kontra. Alasannya karena, kenapa orang yang sedang mengalami masa kesulitan malah diSUKAi? Harusnya ditolong secara langsung, entah memberi bantuan berupa uang, atau tenaga bila anda seorang dokter kepada bayinya jika statusnya seperti gambar di atas. Anda dapat langsung tanya kepada pembuat status darimana ia dapat foto atau gambar tersebut. Jangan sampai ternyata pembuat status hanya asal download dan kemudian upload atas dasar mencari sebuah LIKE, yang kemudian hasil LIKE tersebut dijual kepada pebisnis. Makin konyol.
Mulai sekarang, Berpikirlah Cerdas!
Tambahan. Apabila ada orang yang memasang status tentang kesulitan lainnnya, dimohon jangan diberi LIKE. Karena entah anda sadar atau tidak bahwa anda telah menyatakan bahwa anda meng-Amini masa kesulitan mereka. Alangkah lebih baiknya jika anda memberikan komentar yang memotivasi atau berupa bantuan secara langsung kepadanya.
Mungkin beberapa anda ada yang memiliki pemikiran,
" Apakah saya menggunakan metode tersebut dalam mencari LIKE!? "
Saya jawab,
Tidak akan pernah! Karena pada dasarnya cara tersebut adalah kotor, dan menipu kepolosan hati seseorang bukan hobi saya.
Alur Penipu kan seperti ini:
Awalmya mencoba-coba menipu >> Berhasil dan Ketagihan >> Selamanya akan terus-menerus Menipu.
Sekian dari saya. Semoga artikel ini dapat membuka pemikiran anda dalam menentukan status mana yang patut diberi LIKE.
Jika anda merasa tidak sepakat dengan pendapat saya ini, SILAKAN anda beropini mengungkapkan rasa keberatan anda tersebut. Opini anda sangat saya butuhkan.
Terimakasih juga atas kunjungannya. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
By : Ciel
5 Manfaat dan Contoh Penyalahgunaan Media Sosial Bagi Pengguna
0
Media sosial atau yang sering kita singkat dengan MedSos adalah sarana pergaulan secara online di dunia maya. Para pengguna layanan media sosial dapat menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, berinteraksi, berbagi, saling berkirim pesan atau yang biasa kita dengar dengan istilah chatting, dan juga membangun jaringan atau networking. Apabila kita menuliskan “Social Media Meaning” di search engine Google, maka Google akan mengartikan media sosial sebagai “websites and applications used for social networking” , yang jika di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti “website dan aplikasi yang digunakan untuk jejaring sosial”. Pada saat ini banyak sekali media sosial yang dapat kita gunakan secara gratis seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, Ask.fm, Path, Pinterest, dan masih banyak lagi.
Manfaat Media Sosial
Berbagai macam manfaat dapat kita peroleh dari media sosial. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa saya sampaikan.
1. Media Sosial Sebagai Pengganti Buku Harian (Diary)
Buku harian atau diary bahasa kerennya adalah buku yang digunakan untuk mencatat berbagai macam curhatan si pemilik buku. Pada umumnya pemilik buku menuliskan curhatan-curhatan tentang perasaannya. Bisa berisi curahan hatinya saat sedih, jatuh cinta, bahagia, atau kejadian memalukan yang dialami si pemilik buku. Nah, pada saat ini kebiasaan menuliskan curahan hati di buku harian sudah mulai luntur karena tergantikan oleh media sosial. Seperti yang kita ketahui banyak pengguna media sosial yang menggunakan media sosial untuk menuliskan berbagai macam cerita pribadinya seperti saat jatuh cinta, sedih, bahagia, mengeluh, bahkan menyindir pengguna media sosial yang lain.
2. Media Sosial Sebagai Sarana Berbagi Informasi
Pada zaman yang serba mudah kita dituntut untuk memperoleh informasi secara cepat. Media sosial juga dipakai oleh beberapa kalangan untuk memberikan informasi seperti berita terbaru, bencana alam, kemacetan, gossip, lowongan pekerjaan, dan masih banyak lagi informasi yang dapat diakses melalui media sosial. Mudah, praktis, cepat, mungkin itulah alasan yang mendasari para pengguna media sosial yang menggunakannya sebagai sarana untuk berbagi informasi.
3. Media Sosial Sebagai Sarana Untuk Bersosialisasi
Jarak dan waktu merupakan penghalang bagi sebagian orang untuk dapat bersosialisasi dengan kerabat, keluarga, atau pasangan hidupnya. Namun media sosial dapat mengatasi permasalahan tersebut. Banyak jejaring sosial seperti Facebook, Yahoo Messenger, dan lain sebagainya yang menyediakan fitur chatting untuk mempermudah penggunanya bersosialisasi dengan orang lain tanpa harus bertatap muka. Tidak perlu melakukan perjalanan yang jauh untuk sekedar ngobrol dengan keluarga atau kerabat anda. Cukup terhubung dengan internet anda bisa bertemu dengan mereka walau hanya dalam dunia maya.
4. Media Sosial Sebagai Media Penyaluran Hobi
Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang (Wikipedia). Anda memiliki hobi namun tidak tahu ingin berbagi pada siapa? Beberapa jejaring sosial menyediakan forum diskusi yang membahas tentang berbagai macam hobi. Jadi tidak perlu bingung untuk mencari teman yang memiliki hobi yang sama dengan anda.
5. Media Sosial Untuk Mencari Uang
Pernah mendengar istilah Bisnis Online? Yap, bisnis online memang sedang ramai-ramainya dimanfaatkan oleh pengguna media sosial. Bagaimana caranya? Sangat mudah, buatlah iklan menarik mengenai usaha anda, lalu sebarkan melalui media sosial. Bisnis online banyak dipilih karena beberapa alasan seperti tidak perlu mendirikan sebuah toko, tidak perlu bayar pajak, anda juga bisa menjalankan kegiatan lainnya sembari anda menjalankan bisnis online milik anda, dan masih banyak lagi keuntungan yang didapatkan. Simple, praktis, dan juga menguntungkan bukan?
Penyalahgunaan Media Sosial
Menggunakan media sosial memang menyenangkan bahkan menguntungkan, namun tidak sedikit pula pengguna tidak bertanggung jawab yang memakai media sosial untuk hal-hal yang kurang terpuji. Berikut ini beberapa kasus penyalahgunaan media sosial.
1. Prostitusi Online
Dalam bisnis online yang dijual adalah barang atau jasa, prostitusi online malah menggunakan media sosial sebagai sarana promosi untuk menjual diri. Seperti yang kita ketahui belakangan ini banyak sekali pengguna Twitter yang merasa terganggu dengan akun @tataa_chubby yang memasarkan jasa seks komersial. Deudeuh pemilik akun tersebut memberikan informasi dengan sangat jelas mengenai dirinya. Berbagai pihak menilai akun itu adalah akun palsu yang digunakan untuk kepentingan tertentu. Namun entah itu akun palsu atau bukan, fenomena dunia jejaring sosial ini berbicara jelas bahwa ada sebagian pihak yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan jasa seks komersial. Deudeuh ditemukan tewas 11 April 2015 lalu tanpa sehelai benang menutup tubuhnya, mulut yang tersumpal kaos kaki, dan lehernya yang terlilit kabel.
Sekedar Info!!
Disini saya tidak ada unsur melecehkan atau menghina beliau. Saya disini hanya memberi contoh agar kedepannya prostitusi online musnah dimuka bumi ini dan tidak ada lagi Mbak Deudeuh berikutnya. Maaf apabila saya tidak izin terlebih dahulu kepada keluarga atau teman untuk memasukkan beliau pada artikel ini. Untuk keluarga atau teman yang keberatan dengan hal tersebut bisa inbox saya melalui akun facebook Ngeblog Asyikk dan akan saya hapus. Terimakasih.
2. Bullying
Bullying atau penindasan dalam Bahasa Indonesia adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain (Wikipedia). Bullying tidak hanya terjadi di dunia nyata, dunia maya pun dapat menjadi sarana untuk melakukan bullying. Ingatkah anda kepada Bobby Yoga Cahyadi yang akrab dengan panggilan “Kebo”? Yap, beliau adalah promotor gelaran musik LockStock Fest #2 yang digelar di halaman Stadion Maguwoharjo Sleman tahun 2013 silam yang mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri di rel kereta api. Beliau memilih untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan hujatan dan hinaan yang disampaikan para netizen di jejaring sosial Twitter. Bobby sendiri dihujat karena penonton kecewa akan banyaknya bintang tamu seperti Koil, Shaggydog, Ras Muhammad, Efek Rumah Kaca, Payung Teduh dan lain-lain yang batal tampil dikarenakan fee yang panitia janjikan tak kunjung menemui kejelasan. Sebelum memutuskan untuk bunuh diri, Bobby menuliskan permintaan maaf dan berharap keluarganya tidak disangkut pautkan dengan permasalahan tersebut melalui akun Facebook pribadinya.
Disini saya tidak ada unsur melecehkan atau menghina beliau. Saya disini hanya memberi contoh agar kedepannya perlakuan bully musnah dimuka bumi ini dan tidak ada lagi Mas Bobby berikutnya. Maaf apabila saya tidak izin terlebih dahulu kepada keluarga atau teman untuk memasukkan beliau pada artikel ini. Untuk keluarga atau teman yang keberatan dengan hal tersebut bisa inbox saya melalui akun facebook Ngeblog Asyikk dan akan saya hapus. Terimakasih.
Saran dalam menggunakan Media Sosial
Berikut beberapa saran agar pengguna media sosial terlepas dan masalah yang dapat di timbulkan.
1. Tidak mempublikasikan data yang terlalu pribadi
2. Tidak perlu menghujat orang lain
3. Menggunakan dengan seperlunya
4. Digunakan dengan bijak
5. Perkuat iman dan ibadah agar terhindar dari berbagai macam godaan
Kesimpulan
Media sosial diciptakan untuk mempermudah hidup para penggunanya. Terlepas dari berbagai manfaat yang dapat diperoleh ternyata media sosial juga berpotensi untuk menimbulkan masalah yang fatal. Penggunaan yang bijak tentu dapat menghindarkan para pengguna media sosial dari masalah yang bisa ditimbulkan. Kasus diatas adalah pelajaran bagi kita semua agar menggunakan media sosial dengan sebagaimana mestinya. Harapannya tentu kasus-kasus semacam itu tidak akan terulang di kemudian hari.
Referensi:
1. musik.kapanlagi.com
2. plus.kapanlagi.com
3. id.wikipedia.org
Manfaat Media Sosial
Berbagai macam manfaat dapat kita peroleh dari media sosial. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa saya sampaikan.
1. Media Sosial Sebagai Pengganti Buku Harian (Diary)
Buku harian atau diary bahasa kerennya adalah buku yang digunakan untuk mencatat berbagai macam curhatan si pemilik buku. Pada umumnya pemilik buku menuliskan curhatan-curhatan tentang perasaannya. Bisa berisi curahan hatinya saat sedih, jatuh cinta, bahagia, atau kejadian memalukan yang dialami si pemilik buku. Nah, pada saat ini kebiasaan menuliskan curahan hati di buku harian sudah mulai luntur karena tergantikan oleh media sosial. Seperti yang kita ketahui banyak pengguna media sosial yang menggunakan media sosial untuk menuliskan berbagai macam cerita pribadinya seperti saat jatuh cinta, sedih, bahagia, mengeluh, bahkan menyindir pengguna media sosial yang lain.
2. Media Sosial Sebagai Sarana Berbagi Informasi
Pada zaman yang serba mudah kita dituntut untuk memperoleh informasi secara cepat. Media sosial juga dipakai oleh beberapa kalangan untuk memberikan informasi seperti berita terbaru, bencana alam, kemacetan, gossip, lowongan pekerjaan, dan masih banyak lagi informasi yang dapat diakses melalui media sosial. Mudah, praktis, cepat, mungkin itulah alasan yang mendasari para pengguna media sosial yang menggunakannya sebagai sarana untuk berbagi informasi.
3. Media Sosial Sebagai Sarana Untuk Bersosialisasi
Jarak dan waktu merupakan penghalang bagi sebagian orang untuk dapat bersosialisasi dengan kerabat, keluarga, atau pasangan hidupnya. Namun media sosial dapat mengatasi permasalahan tersebut. Banyak jejaring sosial seperti Facebook, Yahoo Messenger, dan lain sebagainya yang menyediakan fitur chatting untuk mempermudah penggunanya bersosialisasi dengan orang lain tanpa harus bertatap muka. Tidak perlu melakukan perjalanan yang jauh untuk sekedar ngobrol dengan keluarga atau kerabat anda. Cukup terhubung dengan internet anda bisa bertemu dengan mereka walau hanya dalam dunia maya.
4. Media Sosial Sebagai Media Penyaluran Hobi
Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang (Wikipedia). Anda memiliki hobi namun tidak tahu ingin berbagi pada siapa? Beberapa jejaring sosial menyediakan forum diskusi yang membahas tentang berbagai macam hobi. Jadi tidak perlu bingung untuk mencari teman yang memiliki hobi yang sama dengan anda.
5. Media Sosial Untuk Mencari Uang
Pernah mendengar istilah Bisnis Online? Yap, bisnis online memang sedang ramai-ramainya dimanfaatkan oleh pengguna media sosial. Bagaimana caranya? Sangat mudah, buatlah iklan menarik mengenai usaha anda, lalu sebarkan melalui media sosial. Bisnis online banyak dipilih karena beberapa alasan seperti tidak perlu mendirikan sebuah toko, tidak perlu bayar pajak, anda juga bisa menjalankan kegiatan lainnya sembari anda menjalankan bisnis online milik anda, dan masih banyak lagi keuntungan yang didapatkan. Simple, praktis, dan juga menguntungkan bukan?
Penyalahgunaan Media Sosial
Menggunakan media sosial memang menyenangkan bahkan menguntungkan, namun tidak sedikit pula pengguna tidak bertanggung jawab yang memakai media sosial untuk hal-hal yang kurang terpuji. Berikut ini beberapa kasus penyalahgunaan media sosial.
1. Prostitusi Online
Dalam bisnis online yang dijual adalah barang atau jasa, prostitusi online malah menggunakan media sosial sebagai sarana promosi untuk menjual diri. Seperti yang kita ketahui belakangan ini banyak sekali pengguna Twitter yang merasa terganggu dengan akun @tataa_chubby yang memasarkan jasa seks komersial. Deudeuh pemilik akun tersebut memberikan informasi dengan sangat jelas mengenai dirinya. Berbagai pihak menilai akun itu adalah akun palsu yang digunakan untuk kepentingan tertentu. Namun entah itu akun palsu atau bukan, fenomena dunia jejaring sosial ini berbicara jelas bahwa ada sebagian pihak yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan jasa seks komersial. Deudeuh ditemukan tewas 11 April 2015 lalu tanpa sehelai benang menutup tubuhnya, mulut yang tersumpal kaos kaki, dan lehernya yang terlilit kabel.
Sekedar Info!!
Disini saya tidak ada unsur melecehkan atau menghina beliau. Saya disini hanya memberi contoh agar kedepannya prostitusi online musnah dimuka bumi ini dan tidak ada lagi Mbak Deudeuh berikutnya. Maaf apabila saya tidak izin terlebih dahulu kepada keluarga atau teman untuk memasukkan beliau pada artikel ini. Untuk keluarga atau teman yang keberatan dengan hal tersebut bisa inbox saya melalui akun facebook Ngeblog Asyikk dan akan saya hapus. Terimakasih.
2. Bullying
Bullying atau penindasan dalam Bahasa Indonesia adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain (Wikipedia). Bullying tidak hanya terjadi di dunia nyata, dunia maya pun dapat menjadi sarana untuk melakukan bullying. Ingatkah anda kepada Bobby Yoga Cahyadi yang akrab dengan panggilan “Kebo”? Yap, beliau adalah promotor gelaran musik LockStock Fest #2 yang digelar di halaman Stadion Maguwoharjo Sleman tahun 2013 silam yang mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri di rel kereta api. Beliau memilih untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan hujatan dan hinaan yang disampaikan para netizen di jejaring sosial Twitter. Bobby sendiri dihujat karena penonton kecewa akan banyaknya bintang tamu seperti Koil, Shaggydog, Ras Muhammad, Efek Rumah Kaca, Payung Teduh dan lain-lain yang batal tampil dikarenakan fee yang panitia janjikan tak kunjung menemui kejelasan. Sebelum memutuskan untuk bunuh diri, Bobby menuliskan permintaan maaf dan berharap keluarganya tidak disangkut pautkan dengan permasalahan tersebut melalui akun Facebook pribadinya.
"Selamat pagi teman-teman semua. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kelemahan saya, jangan pernah menuntut keluarga, anak istri dan orang tua saya, dan tidak yang harus mereka lakukan.. Berkat Tuhan selalu bersama kalian.." tulis Bobby dalam akun Facebook pribadinya.Sekedar Info!!
Disini saya tidak ada unsur melecehkan atau menghina beliau. Saya disini hanya memberi contoh agar kedepannya perlakuan bully musnah dimuka bumi ini dan tidak ada lagi Mas Bobby berikutnya. Maaf apabila saya tidak izin terlebih dahulu kepada keluarga atau teman untuk memasukkan beliau pada artikel ini. Untuk keluarga atau teman yang keberatan dengan hal tersebut bisa inbox saya melalui akun facebook Ngeblog Asyikk dan akan saya hapus. Terimakasih.
Saran dalam menggunakan Media Sosial
Berikut beberapa saran agar pengguna media sosial terlepas dan masalah yang dapat di timbulkan.
1. Tidak mempublikasikan data yang terlalu pribadi
2. Tidak perlu menghujat orang lain
3. Menggunakan dengan seperlunya
4. Digunakan dengan bijak
5. Perkuat iman dan ibadah agar terhindar dari berbagai macam godaan
Kesimpulan
Media sosial diciptakan untuk mempermudah hidup para penggunanya. Terlepas dari berbagai manfaat yang dapat diperoleh ternyata media sosial juga berpotensi untuk menimbulkan masalah yang fatal. Penggunaan yang bijak tentu dapat menghindarkan para pengguna media sosial dari masalah yang bisa ditimbulkan. Kasus diatas adalah pelajaran bagi kita semua agar menggunakan media sosial dengan sebagaimana mestinya. Harapannya tentu kasus-kasus semacam itu tidak akan terulang di kemudian hari.
Referensi:
1. musik.kapanlagi.com
2. plus.kapanlagi.com
3. id.wikipedia.org
By : Ciel
Efektivitas Komunikasi Publik Di Era Sekarang atau Masa Kini
0
Publik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebuah nomina (kata benda) yang artinya orang banyak (umum); semua orang yang datang (menonton, mengunjungi, dan sebagainya). Sedangkan menurut Niels Mulder publik adalah pihak yang menerima, dan karena pembangunan ekonomi adalah tujuan kebijakan yang paling menonjol, maka bisnis dan negara atau politik uanglah yang menjadi pemain utama dalam gelanggang politik.
Merujuk dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi publik memiliki arti sebagai komunikasi yang dilakukan oleh seorang atau lebih pembicara yang dilakukan di depan orang banyak. Komunikasi publik biasanya menyampaikan sebuah informasi, ajakan, atau gagasan. Komunikasi publik hampir sama dengan komunikasi massa, namun publik memiliki cakupan yang lebih luas dibanding komunikasi massa yang hanya menggunakan media massa sebagai sarana penyampaiannya. Dalam komunikasi publik, sarananya dapat berupa orasi pada sebuah rapat umum atau aksi demonstrasi atau media massa. Media massa merupakan sarana yang tepat untuk melakukan komunikasi publik dikarenakan mudahnya orang - orang mengakses berbagai macam media massa dengan fasilitas yang dimilikinya.
Saat ini kita hidup dimasa teknologi sangatlah berpengaruh pada kehidupan manusia. Begitu pula dalam proses komunikasi, banyak komunikasi yang bisa dilakukan tanpa harus tatap muka, melainkan menggunakan sarana yang lain. Media massa merupakan salah satu sarana yang sering digunakan untuk melancarkan proses komunikasi publik. Koran, televisi, web, blog, dan lain sebagainya adalah contoh media yang digunakan sebagai sarana penyampaian pesan yang ditujukan untuk orang banyak. Contoh bentuk komunikasi publik adalah sebuah kampanye yang dilakukan oleh seorang calon legislatif. Seorang calon legislatif harusnya dikenal oleh masyarakatnya agar mendapatkan hati banyak orang untuk memilih namanya sebagai salah satu anggota badan legislatif sehingga selain melaksanakan orasi di berbagai kota agar masyarakat mengenal dirinya, dia juga menggunakan televisi sebagai sarana kampanye. Menurut saya pribadi, hal itu sangatlah efektif karena dewasa ini komunikasi publik sangatlah mudah untuk dilakukan dengan menggunakan sarana media massa dan teknologi yang mumpuni seperti sekarang ini.
Contoh berikutnya yang sangat simple adalah iklan – iklan produk makanan atau apapun yang kini marak sekali kita jumpai di banyak media massa. Daripada mereka harus memberikan promosi dengan cara berkeliling memberikan sample uji coba produk mereka alangkah lebih baik kalau kita menggunakan media massa sebagai sarana untuk mempromosikan produk tersebut, hanya dengan kata – kata atau gambar atau sebuah dialog yang kita rasa cukup untuk membangkitkan keinginan dari si pembaca, kita sudah dapat menarik banyak konsumen untuk membeli produk tersebut.
Belum lama ini kita pasti telah mendengar berita tentang sebuah obyek wisata Taman Bunga Amarylis di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dirusak oleh sebagian orang yang berkunjung disana. Taman bunga tersebut menjadi perhatian banyak traveler setelah seseorang mengunggah keindahan taman bunga itu ke media sosial. Tidak lama setelah itu sekitar 1500 pengunjung datang untuk melihat langsung keindahan taman bunga tersebut, namun bukan hanya melihat melainkan para pengunjung mengabadikan momen tersebut dengan cara berfoto ditengah taman bunga itu yang berakibat rusaknya sebagian bunga karena diinjak – injak oleh pengunjung taman bunga tersebut. Bagaimana para pengunjung dapat mengetahui ada obyek wisata baru di Gunung Kidul adalah salah satu bentuk komunikasi publik. Kita dapat mengetahui berita tersebut juga dikarenakan banyaknya pihak yang menjadikan kasus tersebut sebagai sebuah berita yang diunggah ke media sosial kemudian kita dapat mengaksesnya, itu juga merupakan suatu bentuk komunikasi publik menggunakan sarana media sosial.
Pada zaman dimana teknologi belum begitu lengkap seperti sekarang, komunikasi publik cenderung lebih susah untuk dilaksanakan. Hal itu dibuktikan dengan kampanye politik yang dilakukan tidak se maksimal seperti sekarang dikarenakan banyaknya warga yang tidak mengetahui adanya kampanye di daerahnya. Sedangkan saat ini kampanye dapat dilakukan dengan mudah dan mengundang banyak massa karena penyebaran berita atau informasi yang sangat cepat dan mudah di akses untuk masyarakat. Jadi masyarakat lebih mudah untuk mengetahui jadwal kampanye atau orasi yang dilakukan di daerahnya.
Kesimpulannya, dengan adanya teknologi yang sangat memudahkan seperti sekarang ini saya rasa komunikasi publik dapat dilaksanakan dengan sangat mudah dan cepat. Seperti yang kita ketahui saat ini media massa seperti internet dengan segala piranti sosialnya dapat kita manfaatkan sebagai sarana komunikasi publik, begitu banyak manfaat yang dapat kita terima seperti lebih banyaknya orang yang akan mengerti apa yang kita informasikan, serta cepatnya orang lain menerima informasi yang kita unggah. Namun dari berbagai macam manfaat yang kita terima, kita harus tetap menggunakan dan memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab agar komunikasi yang kita lakukan lebih efektif.
Sumber:
- www.wikipedia.org
- www.Tribunjogja.com
- www.google.co.id
Komunikasi adalah proses pertukaran pesan atau informasi dari pihak yang memberi pesan atau informasi kepada pihak yang menerimanya. Menurut Harold Laswell komunikasi adalah “Who says what in which channel to whom with what effect?” yang artinya “Siapa mengatakan apa dengan saluran apa kepada siapa dengan pengaruh bagaimana?”.
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa setiap manusia tidak dapat tidak berkomunikasi. Komunikasi dapat digolongkan menjadi beberapa bentuk:
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa setiap manusia tidak dapat tidak berkomunikasi. Komunikasi dapat digolongkan menjadi beberapa bentuk:
- Yang pertama adalah komunikasi intrapersonal. Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh seseorang kepada dirinya sendiri atau kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk doa.
- Yang kedua adalah komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh 2 sampai 3 orang yang memiliki kedekatan pribadi yang dekat sehingga kemungkinan memiliki pengertian satu sama lain.
- Yang ketiga adalah komunikasi kelompok. Komunikasi kelompok tidak jauh berbeda dengan komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dilakukan 2 orang atau lebih yang juga memiliki kedekatan pribadi yang cukup dekat namun memiliki struktur yang tidak formal.
- Selanjutnya ada komunikasi organisasi. Komunikasi organisasi adalah komunikasi yang dilakukan dengan tujuan tercapainya visi oleh sebuah organisasi, komunikasi dalam bentuk ini dilakukan oleh beberapa orang yang tidak memiliki kedekatan pribadi seperti yang ada dalam komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok. Komunikasi ini juga dilakukan secara terstruktur dan sifatnya formal.
- Yang berikutnya adalah komunikasi publik. Komunikasi publik ini dilakukan oleh seorang pembicara di depan orang banyak, komunikasi publik biasanya berbentuk sebuah gagasan, ajakan, dan lain sebagainya. Komunikasi publik yang dilakukan dengan menggunakan media massa sering disebut dengan komunikasi massa.
Merujuk dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi publik memiliki arti sebagai komunikasi yang dilakukan oleh seorang atau lebih pembicara yang dilakukan di depan orang banyak. Komunikasi publik biasanya menyampaikan sebuah informasi, ajakan, atau gagasan. Komunikasi publik hampir sama dengan komunikasi massa, namun publik memiliki cakupan yang lebih luas dibanding komunikasi massa yang hanya menggunakan media massa sebagai sarana penyampaiannya. Dalam komunikasi publik, sarananya dapat berupa orasi pada sebuah rapat umum atau aksi demonstrasi atau media massa. Media massa merupakan sarana yang tepat untuk melakukan komunikasi publik dikarenakan mudahnya orang - orang mengakses berbagai macam media massa dengan fasilitas yang dimilikinya.
Saat ini kita hidup dimasa teknologi sangatlah berpengaruh pada kehidupan manusia. Begitu pula dalam proses komunikasi, banyak komunikasi yang bisa dilakukan tanpa harus tatap muka, melainkan menggunakan sarana yang lain. Media massa merupakan salah satu sarana yang sering digunakan untuk melancarkan proses komunikasi publik. Koran, televisi, web, blog, dan lain sebagainya adalah contoh media yang digunakan sebagai sarana penyampaian pesan yang ditujukan untuk orang banyak. Contoh bentuk komunikasi publik adalah sebuah kampanye yang dilakukan oleh seorang calon legislatif. Seorang calon legislatif harusnya dikenal oleh masyarakatnya agar mendapatkan hati banyak orang untuk memilih namanya sebagai salah satu anggota badan legislatif sehingga selain melaksanakan orasi di berbagai kota agar masyarakat mengenal dirinya, dia juga menggunakan televisi sebagai sarana kampanye. Menurut saya pribadi, hal itu sangatlah efektif karena dewasa ini komunikasi publik sangatlah mudah untuk dilakukan dengan menggunakan sarana media massa dan teknologi yang mumpuni seperti sekarang ini.
Contoh berikutnya yang sangat simple adalah iklan – iklan produk makanan atau apapun yang kini marak sekali kita jumpai di banyak media massa. Daripada mereka harus memberikan promosi dengan cara berkeliling memberikan sample uji coba produk mereka alangkah lebih baik kalau kita menggunakan media massa sebagai sarana untuk mempromosikan produk tersebut, hanya dengan kata – kata atau gambar atau sebuah dialog yang kita rasa cukup untuk membangkitkan keinginan dari si pembaca, kita sudah dapat menarik banyak konsumen untuk membeli produk tersebut.
Belum lama ini kita pasti telah mendengar berita tentang sebuah obyek wisata Taman Bunga Amarylis di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dirusak oleh sebagian orang yang berkunjung disana. Taman bunga tersebut menjadi perhatian banyak traveler setelah seseorang mengunggah keindahan taman bunga itu ke media sosial. Tidak lama setelah itu sekitar 1500 pengunjung datang untuk melihat langsung keindahan taman bunga tersebut, namun bukan hanya melihat melainkan para pengunjung mengabadikan momen tersebut dengan cara berfoto ditengah taman bunga itu yang berakibat rusaknya sebagian bunga karena diinjak – injak oleh pengunjung taman bunga tersebut. Bagaimana para pengunjung dapat mengetahui ada obyek wisata baru di Gunung Kidul adalah salah satu bentuk komunikasi publik. Kita dapat mengetahui berita tersebut juga dikarenakan banyaknya pihak yang menjadikan kasus tersebut sebagai sebuah berita yang diunggah ke media sosial kemudian kita dapat mengaksesnya, itu juga merupakan suatu bentuk komunikasi publik menggunakan sarana media sosial.
Pada zaman dimana teknologi belum begitu lengkap seperti sekarang, komunikasi publik cenderung lebih susah untuk dilaksanakan. Hal itu dibuktikan dengan kampanye politik yang dilakukan tidak se maksimal seperti sekarang dikarenakan banyaknya warga yang tidak mengetahui adanya kampanye di daerahnya. Sedangkan saat ini kampanye dapat dilakukan dengan mudah dan mengundang banyak massa karena penyebaran berita atau informasi yang sangat cepat dan mudah di akses untuk masyarakat. Jadi masyarakat lebih mudah untuk mengetahui jadwal kampanye atau orasi yang dilakukan di daerahnya.
Kesimpulannya, dengan adanya teknologi yang sangat memudahkan seperti sekarang ini saya rasa komunikasi publik dapat dilaksanakan dengan sangat mudah dan cepat. Seperti yang kita ketahui saat ini media massa seperti internet dengan segala piranti sosialnya dapat kita manfaatkan sebagai sarana komunikasi publik, begitu banyak manfaat yang dapat kita terima seperti lebih banyaknya orang yang akan mengerti apa yang kita informasikan, serta cepatnya orang lain menerima informasi yang kita unggah. Namun dari berbagai macam manfaat yang kita terima, kita harus tetap menggunakan dan memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab agar komunikasi yang kita lakukan lebih efektif.
Sumber:
- www.wikipedia.org
- www.Tribunjogja.com
- www.google.co.id
By : Ciel



