Tampilkan postingan dengan label Google Adsense. Tampilkan semua postingan

  • Sebagai Publisher Adsense / Afiliasi, Dihimbau Tidak Mengaktifkan Adblock di Browser

    0
    Sampai pada akhirnya saya berinisiatif dan sengaja membuat artikel ini. Bisa dibilang kalau ini adalah sebuah postingan sindiran untuk orang yang merasa saja. Dan artikel ini saya beri judul: Sebagai Publisher Adsense / Afiliasi , Dihimbau Tidak Mengaktifkan Adblock di Browser.

    kata blogger motivator webmaster publisher adsense afiliasi

    Memunculkan iklan dengan menggunakan script tentunya dapat mengganggu kecepatan loading sebuah situs. Dan terkadang seorang blogger atau webmaster menambah script baru untuk mempercepat load script iklan maupun script lainnya agar script yang dipasang dapat bekerja saat situs miliknya dibuka.

    Setiap orang memiliki hak, dan pastinya berbeda-beda tergantung cara kerja otak masing-masing. Namun hak-hak itupun terkadang menimbulkan tawa, tidak terkecuali oleh para publisher online. Menentukan hak adalah sebuah pilihan, tentunya orang lain tidak boleh melarangnya jika tidak ingin masuk penjara, karena sudah tertulis pada Undang-Undang Negara dalam mendukung setiap HAM (Hak Asasi Manusia) selama tidak merugikan atau menyengsarakan pihak lain.

    Anda Publisher, tapi kok pasang adblock? Lucu dong. Lol.

    Anda berkeinginan mendapat penghasilan dari afiliasi yang anda ikuti. Pastinya script iklan yang harus anda pasang dalam situs-situs anda harus dapat bekerja dengan semestinya, yang pada akhirnya anda dapat menuai hasil dari script tersebut. Akan tetapi ternyata ada ekstensi AdBlock yang dapat memutus pendapatan anda, karena fungsinya yang memang dibuat agar situs yang dibuka pengguna tampil bersih tanpa adanya gangguan iklan.

    Entah sadar atau tidak, jika 'anda' (seorang publisher) menggunakan AdBlock saat mencari referensi untuk update artikel atau sekedar blogwalking, itu berarti menunjukkan anda adalah orang yang tidak konsisten. Bagaimana tidak? Semua publisher online ingin mencari penghasilan dari situs mereka, tetapi anda yang juga publisher tidak ingin membantu publisher lainnya agar mendapat penghasilan juga, karena anda telah menutup rezeki mereka dengan anda mengaktifkan AdBlock pada browser anda.

    Masih belum paham?

    Sederhananya, anda adalah seorang publisher yang memiliki sifat egois. Yang namanya orang egois pastinya dijauhi oleh orang lain. Bahkan jika TUHAN berkehendak, anda tidak akan sukses menjadi seorang publisher apabila anda tetap masih mengaktifkan AdBlock saat anda browsing. Memang benar bahwa ini merupakan permasalahan yang sepele, tapi dari yang sepele inilah akan timbul masalah yang besar apabila anda masih terus melakukannya, tak terkecuali jika ternyata akibatnya berdampak buruk menimpa diri anda sendiri, yaitu semua akses jalan rezeki anda akan ditutup olehNYA.

    Berpikirlah, gunakan logika anda. Sekarang bayangkan jika anda sebagai seorang pengusaha, dimana jika ingin sukses anda harus membangun sebuah link atau relasi kepada pihak yang terkait dengan usaha anda. Disitu anda harus bermain jujur supaya link anda selalu mempercayai anda. Kesalahan sedikit saja bisa berdampak buruk terhadap bisnis anda, dimana anda gagal mendapatkan pasokan barang gara-gara anda menipu atau menyepelekan rekan bisnis anda.

    Jadi sekarang, silakan matikan atau hapus AdBlock dari browser anda agar tidak mematikan pendapatan orang lain dari afiliasi yang mereka ikuti. Jika anda bukan seorang atheis semoga kata-kata saya berikut dapat menyadarkan pemikiran anda selama ini, 'Kesuksesan bukan semata-mata hasil dari kerja keras anda, disini orang lain juga berpengaruh dalam membantu kesuksesan anda. Selama anda bersikap baik, maka kebaikan-kebaikan itu akan kembali mendarat pada diri anda. TUHAN tau siapa orang baik dan siapa orang buruk. Dan tanpa restu dari TUHAN, segala kerja keras anda hanya akan menjadi sebuah hal yang sia-sia.'

    Tapi jika anda masih bersikeras tetap 'melakukannya' (mengaktifkan AdBlock), saya tidak akan melarangnya, karena itu adalah hak prerogratif anda sebagai publisher. Jadi, jangan salahkan saya apabila hal buruk akan menimpa anda nantinya. Disini saya tidak menyumpahi anda, saya menulis berdasarkan cara berjalan pola pikir logika saya.


    ------

    Sedikit yang dapat saya sampaikan. Jika ada salah dalam penyampaian saya mohon maaf. Bukannya saya sok tau, tapi ini kenyataan.

    Akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • Detik-Detik Menjelang Musnahnya AdBlock. Benarkah Demikian?

    0
    Detik-Detik Menjelang Musnahnya AdBlock. Benarkah Demikian?

    Sebuah kabar beredar dikalangan blogger luar negeri, menyatakan bahwa akan ada pertemuan resmi di Inggris antara publisher, perusahaan media sosial, dan pembuat adblock untuk membahas masalah periklanan online yang tidak dapat tampil ketika tools adblock diaktifkan oleh para pengguna browser ketika berselancar mencari informasi di internet.

    Akankah pertemuan tersebut akan benar-benar terjadi?

    John Whittingdale adalah Sekretaris Budaya UK. Beliau lah yang mengumumkannya. Beliau menyatakan dengan bahasa inggris yang intinya adalah 'jika tidak ada orang yang mau membayar pemilik situs dengan menampilkan iklan, bagaimana keberlanjutan artikel situs tersebut? Akankah sebuah situs dapat menulis dengan baik pada hari berikutnya jika pendapatannya diblokir oleh adblock?' Pokoknya seperti itulah maksudnya. Lol.

    Saya jadi berpikir bahwa ini adalah sebuah pr*paganda. Kok bisa?

    Sekitar sebulan yang lalu juga beredar kabar bahwa situs penyedia iklan terbesar seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Taboola sakit kepala gara-gara banyak sekali pesan masuk dari publisher periklanan mereka, yang menyatakan bahwa pendapatan 'mereka' (publisher) anjlok, dan pada akhirnya menyalahkan pihak penyedia adblock yang memblokir kemunculan iklan-iklan di situs mereka. Tidak hanya publisher saja, bahkan pihak member pengguna jasa Adwords pun juga merasa dirugikan karena data trafik tidak sesuai dengan harapan. Dan pada akhirnya 'mereka' (amazon, google, taboola, microsoft) sepakat untuk merapat ke salah satu perusahaan Adblock ternama yaitu Eyeo agar iklan-iklan mereka dapat muncul di AdblockPlus maupun AdblockBrowser.

    'Bagaimanakah hasil kesepakatannya?'

    Meninjau dari keputusan John Whittingdale, sepertinya hasilnya adalah nihil, alias gagal.

    Pro dan kontra pasti ada dengan perkataan John Whittingdale, ya seperti itulah kenyataannya dari dulu.

    Pribadi, mendengar kabar itu saya selaku publisher juga merasa senang. Tapi disisi lain 'banyak orang' (bukan blogger atau webmaster) merasa sedih apabila pada akhirnya adblock benar-benar musnah.


    Oh iya, hampir saja lupa. Sekedar info saja. Coba lihat ekstensi browser chrome dan android play store. Kemudian tulis keyword 'adblock', lalu enter.

    Apakah ekstensi atau aplikasi adblock masih ada? Jika iya, silakan anda berspekulasi menjawab dan menyimpulkan sendiri. Percaya tidak percaya.

    Penting!
    Referensi artikel ini diambil berdasarkan artikel-artikel yang sudah banyak terpublikasi oleh situs-situs ternama luar negeri. Bahkan, beberapa forum luar juga telah banyak membahas kebenarannya.

    Sekian dari saya, silakan komentar apabila mau. Namun sebelum berkomentar, silakan terlebih dahulu searching dengan kabar-kabar yang telah saya sampaikan di atas. Tunjukkan bahwa anda cerdas. Akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • AdBlock & UC Browser Pembunuh Utama Pendapatan Publisher Adsense dan Afiliasi Lainnya

    0
    AdBlock & UC Browser Pembunuh Utama Pendapatan Publisher Adsense dan Afiliasi Lainnya - Di artikel ini saya mohon maaf karena posting secara blak-blakkan. Bukannya berniat untuk menjelekkan atau menyinggung pihak manapun, karena banyak publisher google adsense dan afiliasi lainnya kebingungan mendapati angka trafik pendapatan adsense/afiliasi lebih rendah dan tidak selaras dengan trafik situs website atau blog mereka. Dengan alasan tersebut saya berinisiatif untuk memberikan argumen di dalam artikel ini.

    Problem traffic blog and adsense blocked

    Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu adblock dan apa itu UC Browser. Adblock adalah aplikasi atau ekstensi penyaring konten dan pemblokiran iklan ketika pengguna browsing internet menggunakan browser tertentu. UC Browser adalah browser buatan Yu Yongfu (CEO UCWeb) yang memiliki misi membuat pengguna merasa nyaman, aman, dan cepat ketika browsing atau download via mobile. UC Browser juga dilengkapi sistem bawaan berupa pencekalan javascript, sehingga blogger yang memasang script widget maupun iklan otomatis tidak bisa diproses.

    Namun sebenarnya pengguna Adblock dan UC Browser dapat mengatur apabila ingin memunculkan iklan di situs website atau blog tertentu dengan mudah. Tapi sebagai publisher adsense / afiliasi begitu juga saya merasa 'tersakiti' dengan adanya 2 mesin tersebut. Karena banyak pengguna yang mengaktifkan fitur anti script sehingga iklan tidak diproses dan tidak muncul / tampil pada situs website atau blog publisher adsense / afiliasi, pendapatan pun juga menurun.

    Namun sebenarnya tidak hanya Adblock dan UC Browser saja yang dapat memblokir iklan. Antivirus dan browser lainnya juga dapat mempengaruhi tampilan iklan diblokir dan tidak muncul / tampil di situs website atau blog anda. Alasan saya lebih menyoroti ke Adblock dan UC Browser karena banyaknya pengguna dibandingkan Antivirus dan browser lainnya.

    Cara mengatasi atau solusi iklan tidak muncul / tampil di blog adalah dengan mengatur setingan pada mesin tersebut. Rubah setingan nonactive javascript menjadi active javascript. Kemudian restart ulang browser atau Komputer / Laptop / NoteBook anda agar prosesnya menjadi sempurna. Selesai restart, silakan cek kembali halaman blog anda yang ada javascriptnya.

    Saya masih mendapati beberapa blogger Indonesia yang berjaya dalam bidang adsense / afiliasi. Saya tidak mengetahui secara pasti, apakah yang ditulis pada blog mereka tentang kesuksesan bermain adsense merupakan kenyataan atau hanya bualan semata supaya mendapatkan banyak pengunjung? (Screenshot pun juga dapat dimanipulasi) Jika cerita mereka itu benar, trik apa yang mereka gunakan? Atau sekedar faktor keberuntungan karena pengunjungnya banyak yang tidak mengaktifkan anti javascript? Entahlah, hanya mereka dan Tuhan yang tahu.


    ------

    Maaf, hanya sedikit pembahasan yang dapat saya sampaikan pada artikel ini. Semoga yang sedikit ini dapat mengobati rasa kebingungan dan keresahan mengenai ketimpangan trafik iklan dengan trafik situs website atau blog anda atau karena iklan tidak muncul / tampil.

    Sekian dari saya. Terimakasih atas kunjungan anda pada blog ini.

    Jika anda suka dengan artikel ini, silakan SHARE!

    Akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • Jangan Terlalu Terobsesi Dengan Google Adsense

    0
    Jangan Terlalu Terobsesi Dengan Google Adsense - Ketika ingin berkecimpung dalam dunia blogger, kita dituntut harus mau bersabar, karena memang butuh proses dan juga waktu yang tidak singkat. Jangan sampai hanya gara-gara termotivasi kepada profit blog tidak terurus secara semestinya. Biasanya kita bisa update menulis 3 artikel per hari, karena ingin cepat-cepat diterima Google Adsense malah lupa dengan update artikel baru.

    Sebenarnya pihak Google telah menulis pada halaman menu Penghasilan Google Adsense saat kita belum mendaftar menjadi publisher GA di blogger, isinya seperti berikut: "Jangan pusing soal iklan, luangkanlah waktu Anda untuk menulis pos"

    Screenshot:

    Jangan terlalu terobsesi dengan google adsense

    Google menulis seperti itu pasti memiliki alasan yang kuat. Apa alasannya? Menurut saya, hal tersebut dimaksud agar blog kita ramai pengunjung dahulu. Percuma saja apabila sudah diterima, iklan sudah tampil, tapi yang mengeklik iklan sedikit bahkan tidak ada, gara-gara sedikitnya pengunjung real human. Percaya atau tidak, semakin banyak artikel yang terupdate, semakin banyak pula pengunjung berdatangan. Dan tentunya pula harus diimbangi dengan melakukan 'minimal' dasar-dasar teknik SEO (Search Engine Optimization) dan isi konten yang berkualitas.

    Lalu, apa alasannya blog kita lama menerima pemberitahuan disetujui atau tidak ketika masa review oleh pihak Google Adsense? Menurut saya, hal ini terjadi karena banyaknya pihak blogger yang mendaftarkan blog atau websitenya ke Google Adsense. Sekarang kita bermain logika saja, misal: setiap blogger memiliki 3 blog yang didaftarkan secara bersama-sama, sedangkan ada satu milyar blogger yang juga mendaftarkan blog atau situsnya. Nah, sebulan kemudian daftar 2 blog baru ke GA secara berbondong-bondong, apakah nantinya mesin itu tidak akan rusak untuk menerima banyaknya email dan informasi yang dikirim sangat begitu banyaknya? Kita pikir saja, manusia itu basic nya tidak sempurna, apalagi mesin yang jelas-jelas ciptaan manusia? Mesin juga butuh diupgrade, bisa rusak, lemot, dan labil sudah biasa terjadi. Namanya juga mesin, wajar. Ditambah lagi manusia yang akan mereview situs website/blog yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan email masuk para pendaftar Google Adsense, pastinya tidak secepat seperti yang anda inginkan. Mudahnya, siapa cepat dia dapat. Yang daftar terlebih dahulu lebih diprioritaskan, Manusia juga butuh istirahat dan refreshing. Kerja ya kerja, libur ya libur. Maka bersabarlah.

    Lalu, sekarang kenapa kita harus terlalu terobsesi menunggu waktu balasan surat cinta dari pihak Google Adsense? Nantinya juga akan dibalas, tapi entah kapan. Jadi, daripada harus sibuk mengurus adsense lebih baik kita megupdate artikel baru. Siapa tau saja, nantinya ketika kita diterima GA pada saat itu juga pengunjung real human kita sudah banyak? Tidak rugi bukan.

    And now, think smart!

    Kenapa juga harus GA? Toh masih banyak juga afiliasi yang lain, seperti: Amazon, Lazada, Kliksaya, Adsensecamp, dan afiliasi-afiliasi lainnya. Jangan sok tau tentang pendapatan kalian itu berasal darimana, karena semua sudah ada yang mengatur, yaitu TUHAN. Mungkin saja kesuksesan ngeblog anda ada pada afiliasi-afiliasi tersebut, bukan dari GA. Jangan berpikir negatif dulu mengenai saya, 'mentang-mentang punya akun Adsense, seenaknya aja bicara'. Halo? Kalian kira gampang apa diterima Adsense? Saya berhasil setelah mencoba lebih dari 10 kali kegagalan. Saya juga mengikuti beberapa afiliasi lainnya ketika gagal diterima Google Adsense, silakan lihat beberapa afiliasi yang pernah saya ikuti >> Semua Iklan dan Afiliasi Gratis Selain Google Adsense

    Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat. Amin. Terimakasih juga sudah berkunjung. SHARE! jika suka. Akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • Copyright © - QuinBlog

    QuinBlog - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan