Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

  • Buku Adalah Penyeimbang Kecerdasan Otak Anak di Era Merebaknya Teknologi Media Massa

    0
    Tampilan atau tayangan media massa dapat mempengaruhi pikiran-pikiran anak-anak kita. Bisa kita lihat dari acara pertelevisian saat ini. Acara-acara yang disuguhkan kebanyakan adalah acara-acara yang tidak bermakna, tidak mendidik, dan serba mengada-ada.

    Pihak penyelenggara acara televisi pada saat ini hanya peduli terhadap rating kepopularitas mereka saja. Mereka hanya ingin mendongkrak rating acara-acara mereka agar terus naik keatas, dan bukannya memikirkan nasib anak-anak bangsa kedepannya.

    Sadar atau tidak, acara-acara yang ditayangkan televisi saat ini sudah tidak berbobot dan tidak sesuai dengan tujuan utama, yaitu bertujuan menjadi Media Pembelajaran. Dengan demikian, tidak sedikit televisi di rumah-rumah sudah jarang dinyalakan, karena dirasa sudah tidak bermanfaat sama sekali.

    Demikian dengan isi aplikasi gadget anak-anak kita. Ada BBM, Line, Twitter, Facebook, Smule, dan lain-lain yang membuat seorang anak harus rela dan senang menyita waktu mereka dengan bermain aplikasi-aplikasi tersebut daripada harus belajar.

    Sebagai orang tua yang baik, harusnya mampu memberikan penjelasan dan arahan pada anak-anak, bahwa media televisi dan internet adalah benda-benda yg bergerak terlalu cepat. Perpindahan adegan dan peristiwa-peristiwa lain di dalamnya bergerak terlalu cepat, inilah yang membuat anak harus berpikir cepat sedangkan tubuh mereka tidak bergerak atau diam karena menonton tv dan gadet secara statis.

    Dimasa depan, anak-anak seperti ini akan menjadi malas bekerja. Mereka malas bergerak karena matanya mengalami pergerakan-pergerakan yang cepat. Dan otaknya mengira bahwa sesuatu dapat diraih dengan cepat atau instant. Inilah bahaya utamanya!


    Lalu, apa yang dapat menjadi penyeimbang?

    Buku Adalah Penyeimbang Kecerdasan Anak di Era Merebaknya Teknologi Media Massa

    BUKU.

    Ya! Dengan buku anak-anak akan belajar menatap lebih lama. Otak bekerja, mata bergerak, tangan bergerak, dan mulut bergerak, bahan telinga juga ikut aktif. Seluruh indera yang aktif inilah yang menjadi penyeimbang.

    Dahulu, para Ulama besar merupakan kolektor-kolektor buku yang terbaik. Tak jarang waktu dulu, banyak dari istri-istri para ulama cemburu bukan karena suami mereka memiliki istri simpanan, melainkan kepada buku-buku yang suami mereka miliki. Bagi banyak ulama jaman dulu, buku adalah objek yang lebih menarik dan menyenangkan bagi suami-suami pada masa lampau.


    ------

    Dengan apa yang telah saya sampaikan diatas, akan saya simpulkan bahwa manfaat buku di era teknologi media massa, seperti: televisi, internet, dan gadget sangatlah berpengaruh besar untuk kehidupan pada masa depan anak-anak kita. Hidupkan kebiasaan membaca buku dan mengkaji ilmu melalui buku. Supaya anak-anak kita juga ikut berpartisipasi dan dapat menyeimbangkan antara melihat televisi/internet dengan membaca buku-buku yang mereka miliki.

    Buku adalah jendela dunia, gudang ilmu, dan sumber ilmu pengetahuan.

    *Buku disini bukan berwujud E-book, melainkan buku dengan perwujudan kertas!

    Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat!

    Jika ada kesalahan penulisan atau penyampaian saya mohon maaf.

    Sekian. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • Video Klip Musik ini Salah Satu Contoh Perusak Moral Kehidupan Anak-Anak

    0
    Barusan saya lihat beranda facebook dan menemukan sebuah video yang membuat saya garuk-garuk kepala dan ketawa kecil. Durasi videonya sekitar 5 menitan.

    Video ini diunggah oleh salah satu teman atau kenalan di akun facebook pribadi saya.

    tembang tresno arya satria ariel mahesa

    Judul lagunya adalah Tembang Tresno, yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya Lagu Cinta. Ciptaan oleh Arya Satria. Sedangkan penyanyinya masih bocah, namanya Ariel Mahesa.

    Sedikit curhat.
    Jaman kecil saya dulu sekitar 90 an, nonton video klip sebuah lagu pasti sesuai versinya. Anak kecil yang nyanyi, video klip dan tema lagunya juga sesuai dengan anak kecil. Lagu remaja, yang menyanyikan juga orang remaja. Nggak seperti yang satu ini. Parah!

    Kalau anda lihat komentar-komentar netizen yang berkomentar pada video yang diupload tersebut, banyak yang menyatakan tidak setuju dengan peran anak kecil sebagai penyanyi dan model di lagu tersebut, sedangkan sisanya adalah komentar bercanda.

    Saya tidak tahu niat si pembuat video dan cover lagu ini. Karena yang saya tau lagu aslinya, video klipnya dan yang menyanyikannya bukan anak kecil, melainkan orang tua.

    Saya pribadi juga turut prihatin dengan kejadian ini, sungguh tak pantas dan mulai menyalahi kodrat. Mungkin ini tanda-tanda kiamat?

    Saya sempat berpikir sejenak, kok orang tua dari kedua anak itu nggak marah? Apa karena uang dan popularitas semata? Ckckck picik-picik. Apa mereka tidak merasa kasihan terhadap keberlangsungan kehidupan anak-anak mereka selanjutnya dimasa yang akan datang? Entahlah.

    Yang penasaran seperti apa video klipnya, silakan menuju link https://www.facebook.com/100008336444494/videos/vb.100008336444494/1708529002768298/?type=2&theater atau https://www.facebook.com/100008336444494/videos/1708529002768298/ kalau belum dihapus sama pengunggahnya.

    Atau tonton videonya di bawah ini yang sudah saya bagikan di youtube, antisipasi kalau videonya di hapus oleh pengunggahnya.


    ------

    Sekian dari saya, semoga informasi yang sedikit ini dapat merubah gaya main anda dalam hal pembuatan video klip. Anak kecil jangan buat mainan, apalagi cewek. Lol.

    Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • Kiddle Mesin Pencari / Search Engine Aman Khusus Anak-Anak

    0
    Jika kita mengingat kembali jauh ke belakang, kita teringat tahun-tahun awal masa sekolah di mana kita akan dipaksa guru pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas atau menemukan ide dalam percobaan ilmiah kita berikutnya.

    Kini, semakin maraknya perluasan jaringan internet hampir merambat hingga seluruh dunia. Kita dimudahkan untuk mencari sesuatu dengan bantuan internet, seperti: menyelesaikan tugas PR (pekerjaan rumah) secepat kilat, mencari bahan-bahan memasak pilihan, dan lain sebagainya.

    Kenyataannya, anak-anak memiliki begitu banyak kemudahan pada masa modern ini. Mereka tidak hanya memiliki smartphone untuk dapat berkomunikasi dengan teman-teman mereka setelah keluar sekolah, tetapi mereka juga memungkinkan memiliki lebih banyak pengetahuan ketika menggunakan komputer yang disediakan oleh orang tua mereka.

    Internet memiliki dua dampak terhadap kepribadian anak, baik dan buruk. Orang tua, guru, maupun kakak mereka perlu melakukan pengawasan ketat kepada mereka. Hal ini dilakukan untuk melindungi anak dari situs-situs berbahaya yang akan mereka jamah dan ikuti.

    Namun sekarang ini, untuk menyenangkan hati orang tua, anak-anak akan dapat menggunakan versi mereka tersendiri dalam aktivitas browsing saat menggunakan mesin pencari yang dinamakan Kiddle.

    Kiddle search engine safe for children aman anak
    Kiddle.co (Mobile Version)
    Kiddle adalah mesin pencari yang disesuaikan untuk anak-anak menggunakan bantuan mode khusus Google pencarian aman. Menampilkan warna terkenal Google pada logonya. Dengan background tema luar angkasa dan ada robot alien. Di atas robot alien terdapat kolom pencarian untuk memudahkan anak dalam mencari dan menuliskan keyword yang diinginkan.

    Kiddle, mesin pencari visual untuk anak-anak yang didukung oleh editor dan Google pencarian aman, memungkinkan anak anda untuk surfing, browsing, dan searching melalui menu pilihan yang ada, diantaranya adalah web, gambar, berita, maupun video dengan aman tanpa orang tua merasa khawatir.

    Setelah anak memasukkan kata kunci ke dalam kotak pencarian, Kiddle akan menampilkan sebuah daftar link yang terkait.


    Bagaimana sistem rancangan Kiddle The New Search Engine ini?

    Pencarian aman

    Situs yang muncul dalam hasil pencarian Kiddle memenuhi persyaratan ramah keluarga, karena mereka menyaring situs-situs dengan konten eksplisit atau menipu.

    Orientasi urutan halaman pencarian yang ditampilkan

    a. Situs yang aman dan halaman ditulis secara khusus untuk anak-anak dipilih dan diperiksa sendiri oleh editor Kiddle.
    Biasanya, hasil 1-3.

    b. Aman, situs terpercaya yang tidak ditulis secara khusus untuk anak-anak, tetapi memiliki konten yang ditulis dengan cara sederhana, mudah bagi anak-anak untuk memahami. Dipilih sendiri dan diperiksa oleh editor Kiddle.
    Biasanya, hasil 4-7.

    d. Aman, situs terkenal yang ditulis untuk orang dewasa, menyediakan konten ahli, tapi lebih sulit dipahami anak-anak. Disaring oleh Google pencarian aman.
    Biasanya, hasil 8 dan seterusnya.

    Ukuran thumbnail

    Hasil pencarian Kiddle diilustrasikan dengan thumbnail besar, yang membuatnya lebih mudah untuk dipindai, ini adalah merupakan pembeda dengan mesin pencari lainnya, dan hasil yang paling tepat untuk permintaan anak. Thumbnail berfungsi sebagai petunjuk visual dan sangat bermanfaat untuk anak-anak karena mereka tidak membaca secepat orang dewasa.

    Font arial yang besar

    Dalam hasil pencarian Kiddle memberikan kemudahan yang lebih baik untuk dibaca anak-anak.

    Privasi

    Mereka tidak mengumpulkan informasi pribadi, dan log akan dihapus setiap 24 jam.


    Oh iya. Kiddle juga tidak menampilkan akun jejaring sosial media yang dimiliki seseorang dalam pemindaian pencarian. Misal, jika seorang anak ingin mencari Michael Jackson, berita tentang kehidupan pribadinya, Instagram dan akun Twitter-nya tidak akan ditampilkan. Sebaliknya, anak-anak hanya akan mendapatkan biografi tentang bintang tersebut.

    Orang tua juga dapat memblokir kata kunci tambahan dengan mengirimkan formulir, dan memungkinkan dapat meminta pemblokiran situs yang dirasa tidak cocok untuk anak-anak.

    Untuk saat ini (ketika menulis artikel ini), mesin pencari Kiddle.co masih bersifat BETA dan belum mencakup semua bahasa. Jadi, masih banyak sekali pembenahan maupun penambahan tools dalam menyempurnakan mesin pencari ini.

    Sekian review dari saya. Maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian. Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • 13 Alasan Seorang Anak Melawan Orang Tua

    0
    Alasan Seorang Anak Melawan Orang Tua - Mungkin kebanyakan Ayah atau Ibu memiliki pemikiran negatif mengenai buah hatinya yang selalu membantah pesan-pesannya. Namun pada kenyataannya, tidak semua kesalahan berada pada buah hatinya. Bahkan, sebenarnya sebagian dari anak mempunyai pemikiran dewasa dalam menjalani sebuah kehidupan.

    Nasehat dari orang tua memang baik pada dasarnya, akan tetapi kemungkinan cara penyampaiannya saja yang salah dan bisa dibilang over protective, sehingga sang anak merasa dirinya disudutkan. Atau disebabkan karena olah pemikiran anaknya saja yang sempit.

    Kata melawan yang saya maksud bukan hanya berupa ucapan kasar atau membentak. Tapi melawan secara pikiran, perasaan, dan sikap. Nah, sesuai dengan judul artikel ini saya akan membahas mengenai beberapa alasan seorang anak melawan orang tuanya. Baca dan renungkan baik-baik. Artikel ini untuk 'kita' {saya, kalian (anak), dan para orang tua}.

    anak melawan marah ke orang tua ibu menangis


    1. Ingin Mandiri

    Ketika anak merasa hidupnya terbebani di dalam sebuah rumah, bukan karena perkataan orang tua melainkan dari sudut pandang atau umur seorang anak, mereka ingin sekali hidup dalam kemandirian. Mereka berpikir untuk mencari jalan mencapai kesuksesan tanpa adanya campur tangan orang tua, walau terkadang nasehat baik orang tua juga harus ditolak, dilanggar, dan dilawan demi meraih mimpinya.

    2. Pemikiran Sempit

    Anak yang tidak memiliki kecerdasan berpikir merasa semua perkataan orang tua yang tidak mengenakkan baginya sama saja dengan bentuk pengekangan. Ingat, pada dasarnya kemarahan orang tua bukan berdasarkan kebencian, melainkan kasih sayang dan kepedulian terhadap kesehatan, masa depan, dan kebaikan sang anak.

    3. Rasa Sosial yang Tinggi

    Ketika anak mulai bergaul dengan temannya maka rasa sosial itu akan muncul dan erat. Begitu juga orang tua terhadap tetangganya. Jalan pikiran anak dan orang tua memang berbeda dan itulah salah satu alasan mengapa terkadang anak melawan orang tuanya, itu semua karena didasari adanya rasa solidaritas yang tinggi terhadap sahabat atau teman mereka.

    4. Setia Pada Pacar

    Kesetian adalah bentuk sebuah rasa kepedulian, sayang, dan cinta. Terkadang sebuah logika membuat otak anak akan berpikiran berbeda dengan jalan pikiran orang tua. Dimana nasehat baik orang tua akan terdengar percuma bagi mereka, dan dengan alih-alih setia sang anak rela melawan orang tua demi hubungan baik terhadap kekasihnya.

    5. Orang Tua Terlalu Mengekang

    Layaknya berada di dalam penjara, mau apa-apa susah, tidak bebas, dan termarjinalkan. Begitu juga dengan bentuk kasih sayang orang tua yang terlalu over. Begini salah, begitu salah, bahkan diam juga salah. Sehingga ruang pikiran anak menjadi sempit, sampai akhirnya merasa tidak kuat atau muak dengan kekangan orang tua. Akhirnya sang anak akan susah mengontrol emosinya dan menjadi mudah marah, mudah tersinggung, serta melakukan kekerasan fisik terhadap siapa saja.

    6. Bisikan Teman atau Pacar

    Ketika seorang anak sudah merasa solid dengan teman atau pacarnya, maka apa yang dikatakan teman atau pacarnya akan mereka ikuti. Mau buruk atau baik selalu saja menuruti, sampai-sampai bila disuruh keras kepada orang tuanya mereka juga akan melakukannya walau dengan rasa berat hati.

    7. Ingin Bebas


    Ingin bebas bukan berarti sama dengan nomor satu (mandiri). Bebas disini adalah keluar dari kekangan dan aturan orang tua. Bebas bermain, berekspresi, dan kebebasan lainnya.

    8. Merasa Benar

    Semua orang memiliki sikap mau menang sendiri. Merasa apa yang dilakukan, diucapkan, dan dipikirkan adalah benar tanpa melihat situasi dan kondisi di sekelilingnya. Begitu juga dengan perasaan dan pikiran seorang anak.

    9. Sebuah Rahasia

    Setiap orang memiliki sebuah rahasia. Rahasia itu bisa berupa hal yang baik dan juga hal buruk. Ketika ada anak ditanya orang tua dan mereka tidak menjawab atau diam, kemungkinan ada hal yang mereka rahasiakan. Hal apa yang mereka rahasiakan? Kita juga tidak tau.

    10. Kurang PD (Percaya Diri)

    Banyak hal yang membuat seseorang kurang percaya diri dengan apa yang ingin ia pikirkan, lakukan, dan ucapkan. Hal tersebut juga bisa terjadi kepada seorang anak. Ketika orang tua bertanya mengenai nilai raport, sang anak hanya diam bahkan balas membentak karena ternyata nilai rapornya jelek. Anak tidak berani mengungkapkannya secara terus terang karena takut dimarahi orang tuanya.

    11. Buah Tidak Jatuh dari Pohonnya

    Anak selalu meniru apa yang dilakukan orang terdekatnya, misal orang tua. Segala apa yang dilakukan dan ucapan yang baik atau buruk akan ditirukan. Jadi, jangan salahkan mereka apabila 'kita' (orang tua) sendiri mencontohkan sebuah keburukan di depan mereka.

    12. Rasa Bersalah

    Anak yang baik selalu mengakui kesalahan apa yang telah mereka buat. Namun adakalanya rasa bersalah itu menjadi bentuk kebohongan apabila mereka tau jika nantinya orang tuanya akan memarahi kesalahannya.

    13. Kurang Kasih Sayang

    Pernah suatu ketika saya bertanya kepada salah satu teman saya karena Ia selalu marah setiap ditelpon orang tuanya dan jarang pulang ke rumah. Disisi lain, keluarganya sangat berada dan memiliki kekayaan harta yang melimpah. Kemudian Ia menjawab bahwasanya orang tuanya jarang pulang ke rumah karena pekerjaan atau kesibukan mereka di luar kota. Ia merasa kurang diperhatikan dan disayang secara nyata walaupun uang saku dan biaya kehidupan tercukupi.


    -----
    Itulah mengenai 12 Alasan Anak Melawan Orang Tua. Ada beberapa pelajaran yang bisa saya tulis disini, yaitu:

    1. Kemarahan menimbulkan banyak hal yang bersifat negatif.
    2. Pada dasarnya anak suka dengan orang tua yang lemah lembut membimbing mereka. Namun anak yang baik adalah mereka yang mau mengikuti segala perintah orang tuanya.
    3. Orang tua harus mencontohkan hal yang baik kepada anaknya.
    4. Jangan dengarkan dan percayai hal buruk dari orang lain tanpa mempertimbangkan dari segala aspek. Bila tau itu buruk, JAUHI SEGERA! Jangan sampai menyesal dikemudian hari.
    5. Maafkan segala kesalahan orang tua dan anak, karena pada dasarnya setiap orang pernah melakukan kesalahan. Namun, orang yang cerdas tidak akan melakukan kesalahan yang SAMA.

    BERPIKIRLAH CERDAS!

    -----
    Jika suka dengan artikel ini, silakan SHARE! Terimakasih telah berkunjung, akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • Jangan Abaikan Semua Pertanyaan Anak, Jika Tidak Ingin Menyesal Dikemudian Hari

    0
    Jangan Abaikan Pertanyaan Anak Pada Saat Ini Jika Tidak Ingin Menyesal Dikemudian Hari - Celoteh buah hati seolah tak mau berhenti. Ada saja pertanyaannya yang terkadang sama. Mulai dari yang dilihat, dirasa, atau yang mereka dengar. Terkadang memang pertanyaannya kita rasa lucu, unik, aneh, dan bahkan tidak bermutu. Akan tetapi orang tua harus bersyukur pada TUHAN bahwa dalam pikiran anak masih berkecamuk banyak pertanyaan. Ini menunjukkan bahwa pikiran mereka hidup dan selalu berkembang. Tentu saja kondisi ini juga menunjukkan ke arah pertumbuhan yang baik serta positif.
    Pertanyaan buah hati memang sering muncul tak mengenal waktu. Terkadang pertanyaan-pertanyaan itu datang saat tubuh kita sedang merasa lelah sehabis pulang dari bekerja, saat kita sedang sibuk memasak di dapur, atau sedang melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya.

    Sebagai orang tua yang bijak, maka bersegeralah kita menjawab pertanyaan tersebut. Hentikan semua aktivitas kita, dan berikan perhatian khusus dan penuh akan pertanyaannya. Jawablah terus pertanyaan mereka sampai mereka terdiam dan pergi melakukan aktivitas kesenangannya.


    Mengapa? Seberapa pentingkah pertanyaan anak harus dijawab?


    anak bayi balita bawah lima tahun
    Perlu kita ketahui bahwa pertanyaan anak merupakan rasa ingin tau mereka. Dan rasa ingin taunya ini bisa saja tidak datang untuk kedua kalinya. Jadi, jangan sia-siakan rasa ingin taunya itu dengan kita mengabaikannya. Karena jika pertanyaan anak terabaikan maka kelak anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang cuek, tidak peduli, bahkan cenderung kasar dengan lingkungannya. Dan jika itu terjadi saat anak kita berusia remaja atau dewasa, maka, jangan salahkan anak anda.

    Ya seperti itulah kira-kira yang akan terjadi apabila kita terlalu acuh terhadap pertanyaan anak. Perlu anda ingat bahwa anda adalah orang pertama yang dapat membantu dan mengarahkan mereka ke jalan yang baik dan benar. Jika anda gagal menjadi orang tua, itu tanda bahwa anda lupa bersyukur dengan apa yang diberikan TUHAN kepada kita, yaitu seorang anak.


    -----

    Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat. Mohon maaf jika ada salah dalam penyampaian maupun penulisan.

    Silakan berkomentar jika memerlukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam otak anda setelah membaca artikel ini lebih lanjut, dan SHARE agar teman-teman atau saudara anda tau bahwa penting sekali untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan anak mereka.

    Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
  • Copyright © - QuinBlog

    QuinBlog - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan