WhatsApp Gratis Selamanya! Tidak Percaya? Coba Anda Cek Sendiri
Ehem, pasti anda tidak yakin dengan judul yang saya angkat kali ini. 'WhatsApp gratis selamanya dari hongkong, jelas-jelas setelah setahun pemakaian selanjutnya bayar Rp 12.000,00 per tahun agar tetap jalan, dan itu juga ada pada info pembayaran terdapat masa kedaluwarsa di aplikasi WA'. Ha...ha...ha... Coba anda cek kembali, apa benar tanggal kedaluwarsanya sama seperti yang terakhir anda lihat? Jangan kaget atau lebay ya kalau ternyata memang sekarang yang tertulis adalah Selamanya alias Seumur nomor card anda hidup. Tapi perlu diingat, yang gratis itu akunnya, bukan kuota internet anda.'Bagaimana sih cara ceknya?' Anda bingung? Waduh, anda ini pasti asal pakai aja. Ck...ck...ck... Begini lho cara ceknya (versi WA aplikasi Android terbaru, mungkin yang lama atau tampilan menu HP lainnya hampir sama):
Tekan tombol '3 lingkaran (warna putih) pojok kanan atas' - Setelan - Akun (Gambar Kunci) - Info Pembayaran - Lihat 'tanggal kedaluwarsa'
Maaf, tidak ada SS (Screenshot) karena tombol power HP buat SS rusak.
'Kok admin tau, dapat informasi dari mana?' Kemarin saya iseng buka info pembayaran Whatsapp. Terus karena tidak percaya kemudian buka blog Whatsapp dan baca di artikel terbarunya yang berjudul 'Making WhatsApp free and more useful' update Senin, 18 Januari 2016. Alasan utamanya karena banyak pengguna WA yang tidak memiliki kartu kredit atau debet untuk membayar perpanjang akun, termasuk juga saya. Lol. Ini link blog resmi WA yang saya maksud >> https://blog.whatsapp.com/615/Making-WhatsApp-free-and-more-useful
'Kenapa baru sekarang admin publikasikan?' Soalnya baru niat update sekarang. Lol.
Bentar ya, saya ingin cari tau informasi mengenai alasan pihak Facebook mengakuisisi WA. Nanti saya tambahkan penjelasannya secara detail.
Update!
Akuisisi facebook terhadap whatsapp ternyata sudah terjadi sekitar 2 tahun yang lalu, 19 Februari 2014. Admin baru tau juga (Kudet = Kurang Update). Alasan facebook meminang WA karena ingin memiliki aplikasi chat cepat via mobile. 'Lho, bukannya Facebook punya Facebook Messenger?' Memang, tapi WA lebih bersinar daripada FM yang 'gagal' eh maksud saya tidak sesuai dengan harapan. Maka itu facebook mengakuisisi WA. Dasar FB maruk. Lol.
Yang perlu anda ketahui bahwa, walau telah dibeli tapi ternyata pihak WA masih menjalankannya secara independen. Alasan Independenlah yang membuat CEO WA mau menjualnya kepada facebook. Dan tanpa menghapus visi dan misi CEO WA (Jan Koum dan Brian Acton), yaitu tidak ada tampilan iklan yang mengganggu dan SPAM. Wow, Amazing!
Jadi inti dari topik kali ini, menurut saya. Selain keterbatasan kepemilikan kartu debet atau kredit penggunanya, pihak WA memberanikan diri untuk memberikan secara gratis tanggal kedaluwarsa akun selamanya karena sudah merasa cukup dengan gaji yang diterima dari facebook. Lol.
Ya sudah, itu saja yang bisa saya sampaikan. Ngantuk. Selamat hari Rabu dan beraktivitas \^o^/
Belajar Pada Semut
Oleh: Abd Basid
Semut. Ketika terlintas kata semut, mungkin yang muncul di benak kita adalah citranya yang selalu mengganggu. Sering gula kita yang disimpan di dapur dihinggapinya dan bahkan menggigit kita ketika kita sedang enak-enaknya duduk atau tidur. Padahal pada hakikatnya, semut merupakan makhluk yang sangat terampil, sosial, dan cerdas. Makhluk mungil ini, yang (mungkin) tidak pernah dianggap penting dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tuhan dalam menciptakan sesuatu pasti tidak rasianya. Namun, kadang kita tidak mengetahuinya. Seperti itu juga semut. Semut secara sekilas memang tidak ada gunanya hidup di sekeliling kita—mungkin karena semut merupakan makhluk kecil dan tak tenar. Namun, kalau kita mau berfikir dan merenungi akan kebaradaannya, maka kita akan menemukan pelajaran berharga darinya.
Dalam al-Quran, mereka yang berpikir tentang alam sehingga mengenali kemahakuasaan Allah, dipuji sebagai teladan bagi orang beriman. Allah berfirman dalam al-Qur’an yang artinya; “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih ber-gantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bu
... baca selengkapnya di Belajar Pada Semut Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Nasib di Langit
Pada jaman dahulu ada seorang Jendral dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat tugas untuk memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak.
Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar kalau-kalau akan menderita kekalahan dan mati sia-sia.
Di tengah perjalanan menuju medan perang, Jendral itu singgah di sebuah kuil kecil. Ia sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa.
Sedangkan prajuritnya menanti di luar kuil itu dengan harap-harap cemas.
Tak lama kemudian, sang Jendral keluar dari kuil tersebut.
Ia berteriak pada seluruh pasukannya, “Kita telah mendapat petunjuk dari langit.”
Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata,
“Sekarang, kita lihat apa kata nasib. Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul, maka kita akan menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung pada nasib.”
Jendral lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar di udara. Lalu jatuh berguling-guling di tanah.
Seluruh pasukan men
... baca selengkapnya di Nasib di Langit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Menjadi Seorang Blogger WAJIB Menjaga Kesehatan Jasmani dan Rohani
Pernahkah 'anda' (blogger) kebingungan menulis artikel blog? Jika iya, mungkin ini merupakan salah banyak penyebabnya. Coba, silakan anda baca baik-baik opini saya berikut ini:
Tak hayal jika banyak blogger memiliki kendala menemukan ide atau topik posting karena jasmani maupun rohaninya rusak akibat tidak pernah dijaga dengan baik. Coba sekarang ingatlah kembali, aktivitas apa saja yang telah anda lakukan dalam sehari? Atau anda bisa samakan dengan contoh kehidupan selama sehari yang saya buat di bawah ini;
- Pagi-siang (kerja atau sekolah)
- Siang-sore (masih kerja atau mengikuti les privat atau 'bimbel' (bimbingan belajar))
- Sore-malam (mandi, belajar, nonton tv)
- Malam-tengah malam (sibuk otak-atik template, cari ide posting, atau sibuk menulis artikel)
- Tengah malam-pagi (baru tidur)
- Begitu seterusnya.
Sebenarnya hal tersebut juga saya alami, namun sampai saat ini saya mencoba untuk mengurangi kebiasaan buruk tersebut.
Sedikit cerita - Baru setahun saya hidup di dunia perbloggingan sebagai penulis kacangan. Menjadi seorang penulis kacangan pun juga melakukan aktivitas sama seperti apa-apa yang saya contohkan di atas. Awalnya sih enak, tapi lama kelamaan membuat lupa akan semua kewajiban saya, seperti: Makan, minum, dan beribadah. Tubuh juga menjadi kurang fit karena jarang sekali untuk berolahraga. Sampai akhirnya berpengaruh buruk terhadap kehidupan sehari-hari dan blog saya. Contoh kecil saja,
- Berarti ngeblog SALAH, ya?
- Wkwk adakah yang berpikiran seperti itu setelah membaca sedikit unek-unek saya di atas? Masih bingung? Langsung saya jawab saja. Punya hobi atau menjadikan ngeblog sebagai profesi tidaklah salah, yang salah itu adalah sikap kita dalam ngeblognya. Karena menyalahgunakan kesehatan dan iman kita. Seandainya kalau anda sakit bagaimana? Mau apa-apa susah. Ngeblog juga susah. Nah, visitormu turun baru tau rasa. Visitor masih juga dipikir mati-matian? Hadeh dasar otaknya cuma pikirannya duit, sedangkan TUHAN anda lupakan. Ckck.
Sedikit pesan dari saya, terima syukur, nggak juga tidak masalah :
- Jika Ngeblog anda jadikan sebagai HOBI, samakan ngeblog seperti ketika anda hobi bermain permainan lainnya, contoh: sepakbola, main layangan, renang, bersepeda, dan lain-lain.
- Tapi, jika Ngeblog anda jadikan sebagai PROFESI, samakan waktu anda dengan jam kerja orang kantoran atau part time.
Bingung? Intinya, jangan berlebihan, sesuaikan waktu. Lakukan sewajarnya. Jangan sampai menyesal untuk kedepannya.
Hidup sehat memang menyenangkan. Namun, menjaga hidup tetap sehat adalah hal yang tidak mudah. Tinggal kita yang mau memilih, tetap ingin sehat atau tidak?
-------
Sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Amin.
Jika anda suka, silakan SHARE artikel ini. TAPI JANGAN LUPA CANTUMKAN SUMBER! Masa iya, ngakunya Blogger tapi jadi Copaser Idiot. Jadilah Copaser yang Cerdas. Lol.
Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/
Panggil Aku Pahlawan Penghianat
Ribuan, bahkan jutaan manusia memenuhi Taman Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sukamenang. Sebuah Desa yang berada di ujung Negeri Indonesia. Puluhan orang yang menggotong keranda kematian, saling silang untuk mengganti sudut pemikul keranda. Mereka berharap dapat mencatat jasa terakhir untuk kematianku, walau hanya sebatas mengangkat jenazahnya. Maklum, aku adalah aktifis yang selalu membela hak orang lain. Dari abang becak, tukang ojek, mahasiswa, buruh, TKW, pedagang kakilima hingga pekerja seks komersial alias lonthe. Kini mereka datang untuk kali terakhir; mengantarkan jasadku untuk kemudian dikubur bersama cerita semasa di dunia.
Aku terbunuh dalam sebuah becak, saat aku hendak pulang. Bukan karena becak yang kutumpangi tertabrak mobil. Tetapi karena aku minum air mineral yang belakangan diketahui sudah dimasuki racun air seni seorang pengidap HIV/AIDS. Virusnya secara cepat kemudian menjalar ke sekujur tubuhku, hingga aku terkulai lemas diatas becak tak berdaya. Persis seorang laki-laki terkena HIV/ AIDS atau seperti pe*is impoten yang tak mampu menembus liang va*ina karena ia sudah menjadi benang basah. Lemas. Lunglai. Tak berdaya. Akhirnya aku mati sebelum sampai di Rumah Sakit.
Aku sudah dimasukkan ke dalam liang lahat. Gelap. Tak ada lampu. Apek. Sebentar lagi cacing mulai keluar bersamaan dengan malaikat penyiksa kubur. “Hiii, ngeri,” tiba-tiba ada perasaan takut menyusu
... baca selengkapnya di Panggil Aku Pahlawan Penghianat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternama, Sandra Bullock
“Tidak ada salahnya memiliki dan membeli apa saja. Tetapi lebih baik kita memiliki hati untuk memastikan kita tak kehilangan hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang.” George Horace Lorimer Tulisan ini terinspirasi oleh Sandra Bullock, artis Hollywood penerima Golden Globe Award for the best Actress 2009 & The Best Actress at the Screen Actors Guild (SAG) 2009. Kekaguman saya pada Sandra Bullock bukan hanya karena prestasinya sebagai artis top Hollywood. Saya kagum pada empati atau kepeduliannya yang begitu besar terhadap sesama.
Saya mendengar Sandra Bullock telah menyumbangkan 1 juta USD melalui American Red Cross untuk korban tragedi 911 tahun 2001. Ia juga langsung membagi hartanya sebesar 1 juta USD untuk korban gempa bumi dan tsunami (2004). Terbaru saya mendengar bintang The Blind Side (2009) itu memberikan dana sebesar 1 juta USD untuk para korban gempa di Haiti melalui yayasan Doctors Without Borders yang berpusat di ibu kota Haiti, Port Au Prince.... baca selengkapnya di Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternama, Sandra Bullock Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Dibalik Senyum Tulusmu
Rintik hujan menetes dari luar kamarku. Aku menatap hampa ke atas langit kelabu yang sejak pagi tidak menampakkan sinarnya. Hari ini seolah ikut berduka dengan keadaanku. Demam. Ya, tepatnya aku demam. Dan ini menjadi alasanku untuk tidak mengikuti pelajaran di sekolah.
Kualihkan tatapanku pada handphone yang sedari tadi bergetar di sisi tempat tidur. Terlihat pesan dari Aninda, salah satu teman akrabku, namun aku tak ingin menyebutnya sebagai sahabat.
“Risya kenapa tadi pagi nggak sekolah?”
“Kurang enak badan, Nin.” balasku singkat.
Seorang wanita cantik masuk dari balik pintu. Senyum cerahnya membuatku tak kuasa untuk membalasnya.
“Bagaimana keadaanmu, sayang? Masih sakit kepalanya?” tanya bunda sambil mengusap lembut dahiku.
“Lumayan, bunda. Mungkin besok bisa sekolah.”
“Kalau belum kuat, izin dulu sehari lagi,” saran bunda.
“InsyaAllah kuat. Risya nggak mau ketinggalan pelajaran.”
“Ya sudah, tenangkan fikiran dulu. Kesehatan Risya itu segalanya buat bunda. Jaga diri baik-baik, nak.”
“Iya bunda.. Makasih ya,” ujarku seraya memeluk bunda. Kupendamkan wajahku di jilbab panjang yang selama ini menutupi kecantikannya.
“Jangan lupa berdoa ya, nak. Karena segala sesuatu, apapun itu, dapat terwujud karena Allah, termasuk kesembuhanmu juga.”
“I
... baca selengkapnya di Dibalik Senyum Tulusmu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
