Rumah Tukang Kayu
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate.
Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk terakhir kalinya.
Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.
Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu," katanya, "hadiah dari kami.
... baca selengkapnya di Rumah Tukang Kayu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Anda Blogger ? Dukun ? atau Tukang Tipu ?
Maaf sebelumnya. Di artikel kali ini saya hanya mau menyampaikan unek-unek saja. Soalnya lucu bagi saya.
Sampai sekarang dan menulis postingan ini saja sambil senyum menahan tawa, takut nanti kalau ketawanya kelepasan malah orang dirumah yang lagi tidur terbangun semua. Kan repot!
Oke, langsung saja.
Jadi, ceritanya seperti ini.
Tadi barusan saja saya buka salah satu forum diskusi online Indonesia.
Nah, disitu saya menemukan postingan salah satu member. Postingannya itu isinya adalah tips bagaimana biar sukses *sensor* (sengaja, biar nggak pada kepo. takut ketahuan sama yang saya sindir. Lol :v)
Kemudian saya scroll ke bawah sembari baca postingannya plus komentar-komentar yang ada.
Nah, dari situ saya menemukan kejanggalan. Letaknya pada komentar yang ditulis oleh si TS (Thread Starter = ditujukan untuk pembuat thread/postingan). Ngakak plus bingung saya, pokoknya lucu badai lah. :v
Jadi ada yang tanya entah akun cewek asli atau palsu / kloningan. Pertanyaannya seperti ini:
' Mas sudah dapat Pay Out' (gajian) berapa? '
Kemudian si TS jawab:
' Saya belum gajian mbak, saya masih newbie. Baru belajar juga. Hehe '
Lucu nggak?
Lucu tau !! Wkwk
Haduh, pada nggak fokus ini.
Begini lho maksud saya. Misal,
Ada orang yang memiliki 'kekurangan' (buta dan tuli) duduk di depan televisi. Lalu tiba-tiba bilang pada anda kalau,
' Beritanya tidak bermutu. Polisi kejam membunuh masyarakat yang tidak berdosa seperti itu masih saja ditayangkan. '
Apa anda nggak kaget? Ada orang dengan kekurangannya bisa berkata seperti itu, seolah-olah dia berkata seperti orang normal yang bisa melihat dan mendengar pada umumnya.
Nah, begitu juga dengan cerita saya sebelumnya. Dimana ada orang yang belum pernah merasakan, tapi seolah-olah dia sudah merasakannya dan kemudian membagikannya kepada publik.
Atau misal ada seorang Guru menerangkan sebuah materi, selesai. Kemudian ada murid bertanya mengenai materi yang sesuai dengan apa yang guru terangkan. Gurunya bilang, maaf nak, pak/bu guru juga sedang belajar materi ini. Kan lucu ?
Atau gampangnya. Berani mengemukakan teori, tapi pada kenyataannya omong kosong.
Masa iya Dukun. Atau jadi 'Tuti' (Tukang Tipu) ?
Nggak malu ya?
Itu sama saja seperti membunuh sebuah institusi, institusi disini adalah Blogger. Dimana hanya karena satu beban, semuanya jadi terbebani. Nanti yang kena dampaknya malah semua Blogger, padahal yang salah cuma beberapa. Hadeh ...
Begini saja deh mending,
Kalau nggak sanggup mending mundur. Kalau mau memperbaiki ya syukur. Tapi ingat! Harus senyatanya. Nanti tau - tau malah kumat lagi jadi Dukunnya. Wkwk Lol :v
Itu saja sih unek-unek dari saya. Moga saja, kejadian ini nggak terulang lagi.
Intinya disini saya nggak ada niat menghina, apalagi sama-sama satu hobi. Hanya saja sikap seperti itu kurang baik, apalagi sampai dipublikasi. Kasihan sama pembaca kalau ternyata yang buat tukang tipu, hanya cari duit saja tanpa memberikan manfaat.
Tujuan utama kita ngeblog kan memberi informasi dan manfaat, bukan semata-mata uang. Ya kalau ada pemasukannya sih, terima-terima saja. Nggak apa-apa, asal masih dalam jalur utama.
Atau jangan-jangan kita sudah berbeda jalur?
Hmm ... Ya sudah. Saya nggak bisa memaksa.
Jangan lupa komentarnya :)
Kisah Dua Tukang Sol
Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. ?Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.? pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
?Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?? kata mang Udin memulai percakapan.
?Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.? kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
?Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.? kata mang Udin memelas.
?Alhamdulillah, itu harus disyukuri.?
?Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat
... baca selengkapnya di Kisah Dua Tukang Sol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Kumpulan Galeri Foto Karina Salim
Instagram beliau >> Instagram Karina Salim
Silakan yang mau download full dari foto-foto dalam artikel ini bisa Download Disini
Bangkit
Aku berjalan menyusuri lorong malam sepi nan gelap.
Pandanganku pada langit tua.
Cahaya bintang berkelap kelip mulai hilang oleh kesunyian malam.
Cahaya bulan malam ini begitu indahnya.
Hari ini benar-benar hari yang melelahkan?
Konflik dengan orang tua karena tidak lulus sekolah.
Hari ulang tahun yang gagal di rayakan?
Dan hadiah sepeda motor yang terpaksa di kubur dalam-dalam karena tak lulus, belum lagi si adik yang menyebalkan?
Teman-teman yang konvoi merayakan kemenangan, sedang aku?
Hari-hari yang keras kisah cinta yang pedas
Angin malam berhembus menebarkan senyumku walau sakit dalam hati mulai mengiris. Sesekali aku menghapus air mataku yang jatuh tanpa permisi.
Sakit memang putus cinta.
Rasanya beberapa saat lalu, aku masih bisa mendengar kata-kata terakhirnya yang tergiang-ngiang merobek otak ku.
“sudah sana… Kejarlah keinginanmu itu!, kamu kira aku tak laku, jadi begini sajakah caramu, oke aku ikuti.. Semoga kamu tidak menyesal menghianati cinta suci ini.” beberapa kata yang sempat masuk ke hpku, di ikuti telpon yang sengaja ku matikan karena kesal atau muak.
Aku termenung di pinggir jalan, memegang kepalaku yang sakit.
“selamat malam..? Sorii mba kayanya lagi sedih banget b
... baca selengkapnya di Bangkit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Mutiara Tanpa Cela
Seperti malam biasanya. Pak Rahmad selalu mengisi malamnya dengan bermunajah pada Rabbnya. Bibirnya basah dengan bacaan dzikir. Seketika bibirnya yang komat-kamit terhenti saat gendang telinganya mendengar derap langkah kaki. Diintipnya sumber suara itu dari pintu kamarnya. Terlihat sosok laki-laki tinggi besar yang sibuk memincingkan matanya ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keadaan aman. Mengetahui kondisi tersebut, pak Rahmad menyadari bahwa pemuda itu hendak mencuri di rumahnya. ”Ya ALLAH, tidak ada yang bisa dicuri di rumahku. Jika memang mencuri adalah profesinya, tolong berikan hidayahMU padanya ya Rabb!” ucap pak Rahmat sembari beranjak menuju ke tempat tidurnya. Meskipun matanya masih enggan mengatup, ia paksa mata sipitnya untuk berpura-pura tidur. Memberikan kesempatan pada pemuda asing itu mencuri di rumahnya. Pemuda itu hanya celingukan mencari barang yang bisa dicuri. Sampai matanya tertuju pada sebuah peti dengan ukiran-ukiran arab yang indah dengan warna kuning keemasan. Diambilnya peti itu seraya matanya waspada dengan kead
... baca selengkapnya di Mutiara Tanpa Cela Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Blogger : 'Ngeblog Itu Bukanlah Hal yang Mudah'
- Menulis 10 postingan tiap minggu dengan minimal jumlah 500 kata per artikel tanpa copy paste.
- Tanpa edit tulisan orang.
- Harus original atau asli buatannya sendiri.
- Tanpa ada kalimat atau yang diulang lebih dari 5 kali kecuali kata sambung
- tulisan dapat dipahami dan bukan asal tulis.
- Serta dilakukan terus sampai waktu satu bulan.
- Atau minimal artikelnya ada di page 1 Google lah dengan keyword 'Cara Meningkatkan Pengunjung Blog'.
Agar nantinya mereka tau bagaimana rasanya jadi seorang penulis online atau seorang blogger.
Jujur, saya paling benci dengan orang-orang yang suka sekali meremehkan suatu hal, pekerjaan, atau apapun. Ditambah lagi dengan mereka yang belum pernah melakukannya, tapi sudah berani berkata 'Gampang' atau 'Mudah' atau 'Kecil'. Tolong bantu sadarkan mereka supaya hidup mereka tidak sepicik itu.
Woi! Ngeblog nggak mudah Woi!!! Jangan asal jeplak kalau bicara!!
Ngeblog itu nggak gampang, tidak semudah dan seperti apa yang mereka katakan selama ini. Kita juga butuh proses dalam melakukan aktivitas ngeblog, nggak instant, dan nggak seenaknya sendiri. Mungkin kalau beli jadi, ya bisa, tapi kedepannya juga membutuh proses dan skill lagi untuk tetap mempertahankannya. Tapi bagi kami yang memulai ngeblog dari awal / bawah / newbie, ngeblog jangan kira semudah membalikkan telapak tangan. Cobalah pahami arti kata 'menghargai'.
Kita ngeblog juga nggak sembarangan. Asal copy paste ambil dari konten orang lain. Nggak! Kita juga butuh kredibilitas, selalu berharap bahwa isi dari postingan-postingan kita bermanfaat, dihargai, dan enak dibaca, serta memiliki banyak kunjungan.
Selama ini kami juga sudah menghabiskan banyak sekali waktu, tenaga, uang, keterampilan, dan pengalaman, supaya artikel yang dibuat berada pada posisi puncak mesin pencari. Bahkan rela begadang tiap hari demi mencari inspirasi, yang nantinya kami tuangkan ke dalam artikel-artikel kami.
Tiap hari kami lihat trafik, fitur template dibenahi agar bisa bekerja, kualitas konten dibuat semenarik mungkin, dan itu semua juga buat anda. Anda yang hanya seorang pembaca online, cari informasi dari blog-blog kami, dan sering copy paste pekerjaan kami untuk memenuhi segala tugas-tugas sekolah atau kuliah anda. Masih juga anda bilang kalau ngeblog itu gampang.
Tiap hari kami berpikir mencari ide untuk update artikel baru. Yang kami buat juga nggak murahan atau ala kadarnya. Setidaknya anda datang mengunjungi blog-blog kami sendiri saja, kami sudah merasa senang sekali.
Diantara kami ada yang memiliki harapan untuk mendapat penghasilan dari hasil kerja keras selama ini, walaupun nggak cukup buat beli satu batang rokok perbulannya. Namun ada juga yang hanya menuruti hobinya saja.
Memang benar ada dari oknum-oknum kami yang menyeleweng dan membuat postingan palsu atau sekedar copas artikel milik saudara bloggernya sendiri. Saya pribadi berpikir bahwasanya itu sah-sah saja, selama kesejahteraan kehidupan 'mereka' (blogger abal-abal) masih di bawah rata-rata, termasuk saya didalamnya. Toh anda-anda juga cuma baca postingan kami tanpa pernah memberikan kami, minimal ucapan terimakasih. Makanya belajar ngeblog, biar tau mana itu situs asli dan mana itu situs palsu.
Sebenarnya malas saya membuat postingan seperti ini. Bikin Dosa malah. Sengaja saya buat tulisan ini untuk kalian yang sudah mengira ngeblog itu mudah, hanya sekedar menulis dan kemudian posting, selesai. What!? Picik dan sempit sekali otak kalian dalam berspekulasi dan menjudge seperti itu.
Ingin sekali rasanya menonjok mulut kalian. Tapi untung saya dan anda dalam posisi saling mengenal atau berteman atau sama-sama manusia. Masih sadar saya, pikiran saya masih waras.
Saya hanya bisa berharap kepada 'anda-anda semua' (yang merendahkan blogger) mau berpikiran dewasa dan selalu menghargai kinerja atau usaha-usaha 'mereka' (selaku blogger).
Silakan beri komentar kalau anda masih kurang paham mengenai seluk beluk tentang ngeblog disetiap kolom komentar di blog-blog kami. Kami akan bantu menjawab sesuai pertanyaan-pertanyaan anda-anda secepatnya, dan sebisa mungkin sesuai dengan ilmu yang telah kami punya yang telah kami terapkan selama ini.
Terimakasih juga sudah mau membaca tulisan 'sampah' saya ini. Akhir kata salam Ngeblog Asyik \^o^/














